Astra Motor NTB menyoroti efisiensi bahan bakar Honda BeAT untuk menunjang mobilitas harian di tengah lalu lintas padat. Berdasarkan pengujian pabrikan, All New Honda BeAT mampu mencatat konsumsi BBM hingga 60,6 kilometer per liter, dengan Idling Stop System (ISS) dalam kondisi aktif.
Marketing Manager Astra Motor NTB Yehezkiel Felix mengatakan efisiensi bahan bakar menjadi salah satu pertimbangan masyarakat ketika memilih sepeda motor untuk aktivitas sehari-hari. Pesan yang diusung Astra Motor NTB pun sederhana: “Macet boleh panjang, tapi jangan sampai boncos ikut jalan!”
Klaim irit tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pengguna yang rutin berkendara di kawasan perkotaan. Namun, angka 60,6 km per liter bukan jaminan konsumsi yang sama akan diperoleh setiap pengendara. Hasil aktual bergantung pada situasi jalan, cara berkendara, muatan, dan kondisi motor.
Angka konsumsi Honda BeAT berasal dari pengujian WMTC
Pabrikan mendapatkan angka konsumsi BBM itu melalui metode World Motorcycle Test Cycle (WMTC). Dalam pengujian tersebut, fitur ISS diaktifkan. Karena pengukuran berlangsung dalam kondisi tertentu, angka hasil uji sebaiknya dipahami sebagai acuan, bukan angka pasti untuk seluruh pemakaian sehari-hari.
Kondisi lalu lintas dapat berubah-ubah, begitu pula kebiasaan pengendara. Berhenti dan berjalan berulang kali, akselerasi mendadak, serta beban kendaraan menjadi beberapa faktor yang bisa memengaruhi penggunaan bahan bakar. Perawatan sepeda motor juga berperan dalam menjaga kinerja mesin.
Honda BeAT dibekali mesin 110 cc dengan teknologi Enhanced Smart Power (eSP). Teknologi ini mendukung efisiensi kerja mesin melalui pengurangan gesekan dan optimalisasi proses pembakaran. Motor ini juga menggunakan sistem injeksi Programmed Fuel Injection (PGM-FI), yang mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar secara terukur.
Dua teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan penggunaan bahan bakar. Sementara itu, ISS dirancang untuk mengurangi pemakaian BBM ketika motor berhenti sejenak dalam kondisi yang memenuhi persyaratan sistem.
Peran ISS saat menghadapi lalu lintas padat
Ketika fitur ISS bekerja, mesin akan mati secara otomatis saat kendaraan berhenti dalam kondisi yang sesuai. Mesin kembali menyala ketika pengendara memutar tuas gas. Mekanisme ini dapat membantu mengurangi konsumsi bahan bakar saat perjalanan diwarnai situasi berhenti dan berjalan berulang kali.
Pola lalu lintas seperti itu lazim dijumpai di jalan perkotaan, terutama ketika kendaraan harus bergerak perlahan atau berhenti. Meski begitu, pengendara perlu menggunakan fitur sesuai petunjuk pengoperasian kendaraan. Efektivitasnya dalam pemakaian sehari-hari tetap dipengaruhi kondisi perjalanan.
Selain teknologi mesin dan fitur pendukung, bentuk kendaraan juga berkaitan dengan kemudahan bermanuver. Honda BeAT memiliki bobot relatif ringan dan desain bodi ramping. Karakter tersebut mendukung mobilitas pengendara di jalan yang padat, meski bukan faktor yang menentukan konsumsi BBM secara langsung.
Kebiasaan berkendara ikut menentukan efisiensi
Pengendara dapat membantu menjaga efisiensi dengan memutar tuas gas secara halus. Akselerasi maupun pengereman mendadak sebaiknya dihindari. Gaya berkendara yang lebih teratur juga membantu pengendara menyesuaikan laju kendaraan dengan kondisi jalan.
Tekanan ban perlu dijaga sesuai rekomendasi pabrikan. Tekanan yang tidak sesuai dapat memengaruhi hambatan gulir sekaligus kenyamanan berkendara. Karena itu, memeriksa kondisi ban menjadi salah satu langkah sederhana dalam merawat motor.
Servis rutin di bengkel resmi juga dianjurkan untuk menjaga performa mesin. Pemilik sebaiknya mengikuti jadwal perawatan dan memeriksa komponen sesuai petunjuk dalam buku pedoman pemilik. Perawatan yang teratur membantu kendaraan tetap berada dalam kondisi yang semestinya, meski tidak menghapus pengaruh lalu lintas dan cara berkendara terhadap konsumsi BBM.
Efisiensi Honda BeAT, pada akhirnya, merupakan gabungan antara teknologi kendaraan dan kebiasaan penggunanya. Klaim 60,6 km per liter memberi gambaran hasil pengujian pabrikan, sedangkan pengendara dapat mengupayakan pemakaian yang lebih hemat lewat perawatan dan cara berkendara yang tepat. Bagi calon pengguna, memahami perbedaan antara angka uji dan konsumsi nyata bisa membantu menetapkan ekspektasi sebelum memilih motor untuk aktivitas harian.

