AutoFull C3 Pro Advanced menawarkan fitur yang jarang ditemukan pada kursi gaming: dudukan dengan ventilasi dan pemanas terintegrasi. Pengguna dapat mengatur aliran udara maupun panas dalam tiga tingkat. Fitur tersebut menjadi pembeda utama dari C3 Pro Standard, yang diluncurkan bersama varian Advanced sebagai lini terbaru produsen asal China itu.
Menurut laporan Jagat Play, kedua model memakai bentuk bermotif petir dan tersedia dalam pilihan warna Flash, yakni perak dan hitam, serta Flare, hitam dan emas. Perbedaan spesifikasi tidak berhenti pada sistem pengatur suhu. Varian Advanced juga memiliki dudukan lebih besar dan tebal, serta pijakan kaki yang dapat ditarik keluar.
Advanced menggabungkan kipas dan pemanas graphene
Di bagian dudukan C3 Pro Advanced terdapat dua kipas yang mengalirkan udara melewati bantalan. AutoFull juga menyematkan sepasang bantalan pemanas berbahan graphene. Pengguna bisa memilih tiga tingkat ventilasi dan tiga tingkat pemanasan, tetapi informasi mengenai kekuatan aliran udara maupun suhu yang dihasilkan tidak disebutkan dalam laporan tersebut.
Pengaturan panas dilengkapi pengaman. Sistem akan mati otomatis setelah 15 menit dan memiliki perlindungan terhadap panas berlebih. Batas waktu itu membuat fungsi pemanas tidak bekerja terus-menerus tanpa jeda, sementara pengamanan suhu dirancang untuk mencegah panas berlebihan.
Kombinasi kipas dan pemanas membuat Advanced memiliki fungsi yang lebih beragam daripada kursi yang hanya menawarkan penyesuaian posisi duduk. Namun, fitur tersebut juga mengundang pertimbangan tersendiri bagi calon pengguna di wilayah beriklim hangat, termasuk Indonesia. Kebutuhan akan pemanas dapat berbeda-beda, sedangkan ventilasi pada bantalan menjadi fitur yang dapat dinilai langsung dari kebutuhan masing-masing pengguna.
AutoFull belum mencantumkan dalam informasi yang dirangkum Jagat Play berapa konsumsi daya sistem tersebut atau bagaimana cara menghubungkan fitur pemanas dan kipas ke sumber listrik. Karena itu, detail operasional tersebut belum bisa dibandingkan dengan kebutuhan pengguna sebelum spesifikasi lengkapnya diketahui.
Pengaturan sandaran tersedia pada kedua model
Di luar fitur khusus Advanced, kedua kursi menawarkan sejumlah penyesuaian untuk menopang posisi tubuh. Penyangga lumbar dapat diatur dalam 10 posisi dengan rentang hingga 100 milimeter. Sandaran kepala menggunakan mekanisme 2D, sementara sandaran lengan dapat disesuaikan dalam tiga arah.
Sandaran punggung bisa direbahkan hingga 135 derajat. Kursi juga mendukung gerakan rocking sampai 25 derajat. Jika fitur rocking digunakan, sudut rebah maksimal yang disebutkan AutoFull mencapai 160 derajat. Angka-angka ini menggambarkan rentang pengaturan yang tersedia, bukan jaminan bahwa satu posisi tertentu akan cocok bagi setiap pengguna.
Produsen merekomendasikan C3 Pro untuk pengguna dengan tinggi badan 150 hingga 185 sentimeter. Kapasitas beban maksimumnya 150 kilogram. Kedua model menggunakan rangka baja dan gas lift Class 4, sedangkan ukuran dudukan dan pijakan kaki yang dapat ditarik menjadi tambahan khusus pada Advanced.
Spesifikasi tersebut dapat membantu calon pembeli memilah kebutuhan. Pengguna yang mengutamakan rentang pengaturan sandaran dan penyangga punggung dapat melihat fitur yang tersedia pada kedua varian. Sebaliknya, kipas, pemanas graphene, dudukan yang lebih besar dan tebal, serta footrest menjadi pembeda yang perlu dipertimbangkan saat memilih Advanced.
Penjualan dimulai di AS, Eropa menyusul
Jagat Play melaporkan C3 Pro Series sudah tersedia di Amerika Serikat melalui situs resmi AutoFull dan Amazon. Untuk pasar Eropa, peluncurannya dijadwalkan mulai 2 November 2026. Situs resmi AutoFull mencantumkan harga awal US$299.
Harga mulai tersebut menjadi patokan untuk lini produk, tetapi laporan yang tersedia tidak merinci harga masing-masing varian maupun perbedaan harga antara Standard dan Advanced. Informasi tentang ketersediaan di Indonesia juga belum disebutkan.
Bagi calon pembeli, pilihan akhirnya bergantung pada apakah fitur tambahan Advanced sesuai dengan kebiasaan dan lingkungan penggunaan. Untuk pasar Indonesia, kepastian harga lokal, ketersediaan, serta rincian kebutuhan daya akan menjadi informasi yang perlu ditunggu sebelum menilai manfaat sistem ventilasi dan pemanasnya.


