Seorang pria tewas setelah terjatuh dari roller coaster Goliath di taman hiburan Six Flags Over Georgia, Amerika Serikat, Senin (12/10/2026) sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Polisi masih menyelidiki bagaimana korban bisa jatuh, sementara pengelola menutup sementara sembilan roller coaster di enam taman hiburan lain sebagai langkah antisipasi.
Insiden itu terjadi saat Goliath beroperasi di taman hiburan yang berada di Georgia. Hingga laporan ini dikutip CNN News pada Kamis (15/10/2026), polisi belum mengungkap kronologi lengkap ataupun memastikan apakah ada orang lain yang terluka.
Sejumlah pengunjung yang berada di wahana menyampaikan kesaksian tentang detik-detik kejadian. Mereka mengatakan pria itu sempat membentur bagian wahana beberapa kali sebelum jatuh ke atap rumah hantu yang berada tepat di bawah jalur roller coaster.
“Dia jatuh dan membentur kereta tiga kali, hingga kemudian jatuh ke atap wahana rumah hantu di bawahnya,” kata seorang saksi kepada WXIA, afiliasi CNN.
Kesaksian pengunjung dan evakuasi penumpang
Saksi lain yang berada di Goliath mengatakan korban sempat mengenai seorang anak perempuan yang duduk dua baris di depannya. Menurut saksi tersebut, pria itu tampak menaiki wahana bersama anak laki-lakinya. Istri dan anak perempuannya disebut menunggu di bawah.
“Dia ada di foto Goliath kami. Foto yang diambil wahana dan biasanya kita simpan,” ujar saksi itu. Keterangan para pengunjung tersebut belum menjelaskan penyebab korban terjatuh, yang masih menjadi bagian dari penyelidikan polisi.
Setelah kejadian, operasional Goliath langsung dihentikan. Kereta di belakang korban berhenti di tanjakan tinggi, sehingga penumpang di dalamnya harus dievakuasi melalui tangga darurat yang membentang di sepanjang jalur roller coaster.
Rahim Hakmati, pengunjung sekaligus pemegang tiket musiman, tiba ketika sejumlah orang mulai beranjak meninggalkan taman hiburan. Saat mendekati area Goliath, ia melihat petugas keamanan mengarahkan pengunjung menjauh. Wahana itu tampak berhenti di jalur menanjak.
Hakamti mengatakan dirinya dan rombongan sempat menaiki Goliath pada malam sebelumnya. Saat itu, ia mengaku tidak melihat hal yang janggal maupun mengalami gangguan selama menggunakan wahana.
“Yang membuat ini semakin gila adalah kami berada di Six Flags malam sebelumnya dan naik Goliath sendiri. Kami tidak melihat sesuatu yang aneh atau mengalami masalah apa pun dengan wahana itu malam sebelumnya,” kata Hakmati.
Polisi menyelidiki, Six Flags tutup wahana lain
Unit Kejahatan Berat Cobb County menangani penyelidikan untuk mengungkap penyebab dan kronologi jatuhnya korban. Pihak kepolisian belum menyampaikan kesimpulan mengenai faktor yang memicu insiden tersebut.
Six Flags Over Georgia menyatakan berduka atas kejadian itu dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta orang-orang terdekat korban. Pengelola juga belum memberikan penjelasan mengenai penyebab insiden.
Sebagai langkah pencegahan, perusahaan menutup sementara sembilan roller coaster di enam taman hiburan lainnya. Juru bicara Six Flags mengatakan keputusan itu diambil “demi kehati-hatian yang sebesar-besarnya”. Penutupan tersebut dilakukan setelah insiden di Georgia, tetapi belum ada keterangan bahwa wahana-wahana itu mengalami masalah serupa.
Goliath di Georgia dikenal sebagai wahana ekstrem. Situs resmi Six Flags mencatat roller coaster itu memiliki durasi sekitar 210 detik, kecepatan maksimum 112 kilometer per jam, dan ketinggian mencapai sekitar 61 meter.
Ada pula dua roller coaster lain bernama Goliath di taman hiburan Six Flags di Illinois dan California. Ketiganya termasuk kategori hyper-coaster, yakni roller coaster baja dengan ketinggian lebih dari 61 meter. Namun, masing-masing wahana dibuat oleh produsen yang berbeda. CNN menyebut telah menghubungi Bolliger & Mabillard, produsen Goliath di Georgia, untuk meminta tanggapan.
Insiden terjadi di tengah sorotan pada keselamatan wahana
Kecelakaan di Georgia terjadi sekitar dua pekan setelah Six Flags Magic Mountain di California mengumumkan penutupan permanen wahana X2. Keputusan itu menyusul investigasi CNN yang mengungkap laporan cedera serius dan kematian yang dikaitkan dengan X2.
Menurut laporan tersebut, informasi mengenai cedera di X2 telah muncul selama lebih dari satu dekade. Investigasi CNN pada musim panas sebelumnya menemukan lebih dari selusin laporan cedera serius dan rawat inap, termasuk sedikitnya dua kematian.
Pada Juli, dua perempuan dilaporkan harus dibawa ke ruang gawat darurat di rumah sakit yang sama di Santa Clarita setelah mengalami cedera otak usai menaiki X2. Kedua kejadian itu terpaut enam hari.
Tiga gugatan yang diajukan pada September juga menuduh Six Flags telah mengetahui risiko wahana tersebut. Salah satu pengunjung yang disebut dalam perkara itu, Naomi Greer-Wilkinson, 26 tahun, dilaporkan masih dalam kondisi koma. Perusahaan sebelumnya menyatakan bahwa papan peringatan di wahana menjelaskan risiko yang melekat pada penggunaan atraksi taman hiburan.
Penyelidikan atas insiden Goliath masih berlangsung. Hasilnya akan menjadi perhatian bagi pengelola maupun pengunjung, terutama untuk memahami apa yang terjadi dan langkah keselamatan apa yang diperlukan sebelum wahana kembali beroperasi.


