Kebijakan bebas visa ikut mengerek kunjungan warga negara asing ke China selama libur Golden Week pada 1–7 Oktober 2026. Administrasi Imigrasi Nasional China mencatat 682.000 perjalanan masuk oleh warga asing, naik 5,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, 505.000 perjalanan memanfaatkan fasilitas bebas visa, tumbuh 9,2 persen.
Angka tersebut muncul di tengah meningkatnya mobilitas lintas negara selama libur Hari Nasional China. Sepanjang sepekan, tercatat 15,46 juta perjalanan keluar dan masuk wilayah China, atau naik 6,7 persen secara tahunan. Data ini menghitung perjalanan, bukan jumlah individu; satu orang dapat tercatat lebih dari sekali jika melakukan beberapa perjalanan.
Rata-rata pergerakan lintas batas mencapai sekitar 2,21 juta perjalanan per hari. Puncaknya terjadi pada 4 Oktober, ketika otoritas mencatat sekitar 2,397 juta perjalanan internasional dalam satu hari.
Perjalanan bebas visa tumbuh lebih cepat
Pertumbuhan perjalanan yang menggunakan fasilitas bebas visa lebih tinggi daripada kenaikan total kedatangan warga asing. Selisih itu menunjukkan semakin banyak pengunjung memanfaatkan kemudahan masuk yang disediakan pemerintah China. Namun, angka yang tersedia mencatat perjalanan masuk, bukan jumlah wisatawan unik.
China terus memperluas akses bebas visa bagi pelancong internasional. Hingga September 2026, kebijakan bebas visa sepihak berlaku bagi warga dari 50 negara. Pengunjung yang memenuhi persyaratan dapat tinggal hingga 30 hari tanpa mengajukan visa terlebih dahulu.
Di luar skema tersebut, China juga menyediakan fasilitas bebas visa transit hingga 240 jam atau 10 hari. Kebijakan yang diperpanjang sejak Desember 2024 itu berlaku bagi warga dari 57 negara yang memenuhi ketentuan.
Kedua skema tersebut memberi pilihan bagi pelancong dengan kebutuhan perjalanan berbeda. Fasilitas bebas visa sepihak memungkinkan kunjungan tanpa pengajuan visa sebelumnya, sedangkan aturan transit ditujukan bagi pelaku perjalanan yang melintas melalui China. Pemerintah mengaitkan kemudahan itu dengan upaya menarik pengunjung internasional dan mendukung kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan pariwisata.
Arus masuk dan keluar sama-sama meningkat
Lonjakan selama Golden Week bukan hanya berasal dari kedatangan pengunjung asing. Dalam periode yang sama, warga China daratan melakukan 4,44 juta perjalanan ke luar negeri, naik 9,3 persen dibandingkan libur yang sama pada 2025. Perjalanan lintas batas mencakup warga China yang bepergian ke luar negeri, wisatawan asing yang datang, serta mobilitas melalui berbagai pintu perbatasan.
Minat warga China terhadap destinasi luar negeri juga menjangkau kawasan yang lebih jauh. Data platform perjalanan Mafengwo dan Ctrip menunjukkan Selandia Baru dan Islandia termasuk tujuan yang semakin diminati selama musim liburan. Sumber yang tersedia tidak merinci jumlah perjalanan ke masing-masing negara tersebut.
Secara kumulatif, China mencatat 61,29 juta perjalanan masuk dan keluar oleh warga negara asing selama Januari hingga Agustus 2026. Angka itu meningkat 19,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sekitar 23,72 juta perjalanan menggunakan fasilitas bebas visa, tumbuh 26,8 persen.
Sejumlah kota besar, termasuk Shanghai, Guangzhou, dan Chengdu, juga mencatat arus penumpang lintas batas yang tinggi selama libur panjang. Aktivitas wisata budaya dan belanja turut meramaikan perjalanan. Meski begitu, data yang tersedia tidak memerinci jumlah pengunjung atau transaksi di masing-masing kota.
Otoritas siapkan layanan di pintu perbatasan
Meningkatnya mobilitas membuat otoritas imigrasi menambah kesiapan di berbagai pintu masuk. Selama libur Hari Nasional, petugas memeriksa sekitar 732.000 perlintasan sarana transportasi, termasuk pesawat, kapal, kereta api, dan kendaraan darat. Jumlah pemeriksaan itu naik 14,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk mengantisipasi kepadatan, otoritas memperkuat pengaturan antrean dan meningkatkan kesiapan personel. Informasi mengenai perkiraan kepadatan penumpang juga disampaikan kepada masyarakat agar perjalanan lebih lancar. Upaya tersebut menyasar wisatawan sekaligus pelaku perjalanan bisnis yang melintasi perbatasan.
Data Golden Week memperlihatkan dua arus yang berjalan bersamaan: warga China bepergian ke luar negeri dan pengunjung asing datang ke China. Kebijakan bebas visa menjadi salah satu faktor yang memudahkan perjalanan, sementara kesiapan layanan di perbatasan akan ikut menentukan pengalaman pengunjung. Perkembangan berikutnya akan terlihat dari konsistensi pertumbuhan perjalanan dan kemampuan fasilitas publik mengikuti lonjakan mobilitas.

