Empat astronot yang menghabiskan 237 hari di Stasiun Antariksa Internasional (ISS) kembali ke Bumi pada Kamis (8/10/2026). Kapsul Crew Dragon Freedom milik SpaceX mendarat dengan selamat di perairan Samudra Pasifik, tak jauh dari Los Angeles, Amerika Serikat.
Keempat awak itu adalah Jessica Meir dan Jack Hathaway dari NASA, Sophie Adenot dari Perancis, serta Andrey Fedyaev dari Rusia. Mereka telah menjalani misi selama sekitar delapan bulan di orbit sebelum kapsul membawa mereka pulang.
“Kami sangat gembira bisa kembali ke Planet Bumi setelah misi yang luar biasa di Stasiun Antariksa Internasional,” kata Meir setelah pendaratan. Kepulangan itu mengakhiri tugas panjang mereka di ISS sekaligus menandai keberhasilan terbaru SpaceX dalam mengoperasikan penerbangan berawak.
Kerinduan pada hal-hal sederhana di Bumi
Sesaat setelah kapsul menyentuh permukaan laut, Meir menggambarkan emosi para awak sebagai campuran perasaan yang meluap-luap. Mereka merindukan Bumi, termasuk hal-hal yang kerap dianggap biasa oleh orang yang tinggal di sana.
Embusan angin, percikan air saat mandi, hingga gulungan ombak untuk olahraga air menjadi bagian dari kehidupan yang mereka nantikan. Setelah berbulan-bulan berada di lingkungan tanpa gravitasi, pengalaman sederhana itu terasa sangat berarti bagi para astronot.
Meir dan timnya meninggalkan Bumi pada Februari. Mereka bertugas menggantikan empat astronot yang dipulangkan lebih awal setelah Mike Fincke, salah satu anggota kru tersebut, jatuh sakit. Kepulangan lebih cepat itu menjadi misi evakuasi medis pertama NASA.
Penelitian, spacewalk, dan rutinitas di ISS
Selama berada di ISS, Meir dan rekan-rekannya melakukan penelitian serta menjalankan berbagai tugas. Pekerjaan mereka juga mencakup pemeliharaan stasiun antariksa yang telah berusia 28 tahun.
Meir tercatat melakukan spacewalk atau berjalan di luar wahana antariksa sebanyak empat kali. Adenot juga keluar dari ISS tiga kali untuk membantu pemeliharaan sejumlah bagian stasiun. Aktivitas di luar wahana menjadi salah satu bagian penting dari tugas mereka selama misi.
Di sela pekerjaan, para awak menyempatkan diri menikmati kehidupan di orbit. Mereka berdansa dalam kondisi mengapung dan memasak. Meir juga membuat video panduan bagi perempuan astronot berambut ikal, seperti dirinya.
Hathaway punya ciri khas tersendiri: kumis tebal bergaya penerbang Angkatan Laut Amerika Serikat. Pada Agustus, ia mengatakan kumis itu telah menjadi identitasnya. Namun, merawatnya di ruang hampa bukan perkara mudah.
“Jadi, saya belum tahu apakah akan langsung mencukurnya atau justru mempertahankannya untuk sementara waktu,” kata Hathaway.
ISS tetap dihuni, SpaceX siapkan pengiriman logistik
Setelah kepulangan Meir dan tiga rekannya, ISS masih dihuni tujuh astronot dari Amerika Serikat, Rusia, dan Kanada. Sejak 2000, stasiun tersebut telah menjadi tempat tinggal sementara bagi 298 astronot yang mewakili 26 negara.
Aktivitas di laboratorium orbit itu berlanjut bersama awak yang masih bertugas. Sementara itu, SpaceX bersiap mengirim pasokan untuk mendukung kebutuhan para penghuni ISS. Menurut laporan Associated Press, roket pengangkut kargo seberat 2,7 ton dijadwalkan meluncur pada pekan berikutnya.
Muatan yang akan dikirim mencakup buah-buahan segar, panel surya, pompa toilet, serta pakaian khusus untuk kegiatan di luar stasiun. Kepulangan satu kru dan kedatangan pasokan berikutnya memperlihatkan bahwa pekerjaan di ISS berlangsung bergantian, jauh dari perhatian sehari-hari di Bumi, tetapi terus menopang penelitian dan pemeliharaan di orbit.

