Kylian Mbappe menjadi pemain termuda yang mencapai 100 penampilan di Liga Champions setelah membela Real Madrid melawan AS Roma di Stadio Olimpico. Pada usia 27 tahun 298 hari, penyerang Prancis itu melewati rekor Lionel Messi yang bertahan lebih dari satu dekade.
Messi mencapai penampilan ke-100 di kompetisi tersebut pada 2015, saat berusia 28 tahun 84 hari. Selisih usia itu membuat Mbappe kini memegang tonggak baru dalam sejarah Liga Champions. Catatan tersebut tercipta dalam laga yang berakhir dengan kemenangan comeback Real Madrid, 4-3.
Rekor penampilan yang sebelumnya dipegang Messi
Rekor usia ini menambah daftar pencapaian Mbappe di kompetisi antarklub tertinggi Eropa. Ia mencapai 100 penampilan lebih cepat daripada Messi, yang menorehkan angka serupa saat Barcelona menghadapi AS Roma pada 16 September 2015. Pertandingan itu berakhir imbang 1-1.
Angka 100 juga menempatkan perjalanan Mbappe di Liga Champions dalam perspektif yang lebih luas. Ia telah mencapai tonggak tersebut pada usia yang lebih muda, sekaligus tetap menjadi salah satu pemain yang paling diperhatikan di lini serang Real Madrid. Namun, rekor itu bukan sekadar soal jumlah pertandingan: laga ke-100 Mbappe juga diwarnai gol dan kemenangan dramatis timnya.
Dalam pertandingan di Olimpico, Mbappe mencetak gol pada menit ke-25 setelah memanfaatkan kesalahan Mario Hermoso. Ia berlari ke arah gawang dan menuntaskan peluang dari sudut sempit dengan tembakan keras. Gol itu membawa total kontribusi golnya di level klub mencapai 500, gabungan dari gol dan assist.
Gol ke-100 dan tonggak kontribusi klub
Rinciannya, Mbappe telah mengoleksi 378 gol dan 122 assist sepanjang karier klubnya. Catatan tersebut menjadi tonggak lain yang dicapai pada malam yang sama dengan rekor penampilan Liga Champions. Ia juga menjadi pemain kedelapan dalam sejarah yang mencetak gol pada pertandingan ke-100 di kompetisi itu.
Di Real Madrid, Mbappe menjadi pemain ketiga yang mencetak gol dalam penampilan Liga Champions ke-100. Dua nama sebelumnya adalah Cristiano Ronaldo, yang melakukannya pada 2014, dan Toni Kroos pada 2019. Deretan itu menghubungkan pencapaian Mbappe dengan dua sosok yang pernah memiliki peran besar di klub Spanyol tersebut.
Golnya ke gawang Roma juga membawa jumlah gol Mbappe di Liga Champions menjadi 72. Catatan itu melewati 71 gol milik Raul Gonzalez dan menempatkannya di posisi kelima daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen. Angka tersebut memperlihatkan betapa produktifnya Mbappe di kompetisi Eropa, meski pencapaian rekor usia tetap menjadi sorotan utama malam itu.
Real Madrid membalikkan keadaan di Olimpico
Real Madrid sempat berada dalam situasi sulit sebelum menutup laga dengan kemenangan 4-3. Roma memberi tekanan, sementara Mbappe tetap aktif mengganggu pertahanan lawan. Satu golnya pada babak kedua sempat dianulir setelah pemeriksaan VAR menyatakan ia berada dalam posisi offside tipis.
Pergerakan Mbappe tetap memberi ruang bagi rekan-rekannya. Endrick dan Antonio Rudiger kemudian ikut berperan dalam kebangkitan Madrid pada menit-menit akhir. Kemenangan itu membuat rekor pribadi Mbappe hadir bersamaan dengan hasil penting bagi timnya.
Bagi Madrid, malam di Roma menjadi bukti bahwa pertandingan belum selesai sebelum peluit akhir. Bagi Mbappe, laga tersebut menandai pencapaian yang sudah lama menjadi milik Messi sekaligus mempertegas produktivitasnya di Liga Champions. Rekor baru ini akan menjadi salah satu tolok ukur perjalanan Mbappe berikutnya di kompetisi Eropa, sementara persaingan di daftar pencetak gol terus berlanjut.


