Manchester United belum berencana memecat Michael Carrick meski timnya mengawali musim Liga Primer Inggris dengan hasil mengecewakan. Jajaran petinggi klub menilai situasi masih terkendali dan tetap memberi sang manajer waktu untuk membenahi performa tim, sementara Eddie Howe disebut bersiaga jika kursi pelatih itu kelak lowong.
United baru mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan pertama dan menempati peringkat ke-13 klasemen. Satu-satunya kemenangan mereka sejauh ini diraih atas Ipswich Town, klub yang baru promosi. Hasil tersebut membuat tekanan terhadap Carrick meningkat, terlebih setelah United gagal mempertahankan keunggulan saat menghadapi Tottenham.
Dalam pertandingan akhir pekan itu, United bermain imbang 1-1 meski Tottenham harus bermain dengan sepuluh orang. Hasil tersebut menambah sorotan terhadap Carrick, yang menghadapi krisis besar pertamanya sejak memimpin tim. Namun, laporan yang dikutip Goal.com menyebut manajemen tidak ingin mengambil keputusan tergesa-gesa.
Direksi MU menilai situasi Carrick masih terkendali
Menurut Fabrizio Romano, petinggi Manchester United menilai keadaan klub saat ini masih “terkendali”. Sumber internal juga menyebut para pemain tetap mendukung Carrick dan yakin ia mampu membalikkan keadaan. Sikap itu membuat sang pelatih belum berada di ambang pemecatan, meskipun hasil di lapangan belum memenuhi harapan.
INEOS, yang terlibat dalam pengelolaan klub, disebut ingin menghindari pemecatan yang terburu-buru. Mereka berencana memberi Carrick kesempatan untuk menemukan kembali performa yang mengantarkannya pada jabatan permanen. Musim lalu, ia membawa United kembali ke Liga Champions, pencapaian yang menjadi salah satu alasan klub mempercayakan tim kepadanya.
Usai laga melawan Tottenham, Carrick memilih tidak menyalahkan para pemain atas hasil imbang tersebut. Ia menyebut kesalahan individu sebagai bagian dari permainan dan mengatakan dirinya tidak merasa dikecewakan oleh skuad. Sikap itu sekaligus memperlihatkan bahwa ia berupaya menjaga kepercayaan di dalam tim ketika tekanan dari luar meningkat.
“Saya tidak merasa dikecewakan, karena siapa pun bisa melakukan kesalahan,” kata Carrick. Ia menambahkan bahwa dirinya juga pernah membuat kesalahan dalam pertandingan dan hal itu tidak berarti seseorang telah mengecewakan semua orang.
Carrick juga mengakui tingginya standar dan ekspektasi di Old Trafford. Menurut dia, para pemain memahami standar yang harus dijaga dan mengakui ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana. Ia mengatakan kepeduliannya terhadap klub kadang membuat emosi meluap, tetapi hal itu berangkat dari niat baik.
Eddie Howe dan Conte dikaitkan dengan kursi pelatih
Meski belum mengambil langkah untuk mengganti Carrick, Manchester United mulai dikaitkan dengan sejumlah nama jika posisi manajer berubah. Eddie Howe, mantan pelatih Newcastle United, disebut tertarik apabila kesempatan menangani United terbuka. Ia belum melatih sejak meninggalkan St James’ Park pada musim panas.
Howe dinilai memiliki rekam jejak yang kuat di Liga Primer dan pengalaman di kompetisi Eropa. Ia pernah membantu Newcastle keluar dari ancaman degradasi, kemudian membawa klub itu tampil di Liga Champions dan meraih trofi domestik. Laporan yang beredar menyebut ia bersedia mengakhiri masa rehat lebih cepat jika United menghubunginya, meski bukan berarti ia sedang aktif mencari pekerjaan.
Nama Antonio Conte juga muncul sebagai opsi cadangan. Namun, laporan tersebut tidak menyebut adanya negosiasi atau keputusan resmi untuk menunjuk pelatih baru. Untuk saat ini, perhatian direksi masih tertuju pada upaya Carrick memperbaiki hasil dan menjaga dukungan para pemain.
Laga sebelum jeda November jadi ujian berikutnya
Jadwal pertandingan menjelang jeda internasional November diperkirakan menjadi penentu penting bagi masa depan Carrick. Petinggi klub mengharapkan peningkatan performa dalam beberapa pekan ke depan. Artinya, hasil dan perkembangan permainan United akan menjadi tolok ukur, bukan sekadar spekulasi mengenai siapa yang mungkin menggantikan sang manajer.
Jika tak ada perbaikan berarti, INEOS akan menghadapi pilihan sulit: mempertahankan Carrick lebih lama atau mencari sosok baru untuk menangani tim. Kehadiran nama seperti Howe membuat opsi pengganti terus dibicarakan, tetapi dukungan internal terhadap Carrick masih menjadi fakta utama saat ini. Ia kini dituntut mengubah dukungan itu menjadi hasil yang lebih baik di lapangan.


