Daijiro Chirino Tembus 34,10 Km/Jam, Dekati Kriteria Herdman
UD Almeria mengungkap catatan kecepatan Daijiro Chirino yang mencapai 34,10 kilometer per jam. Angka itu membuat bek kanan berdarah Maluku tersebut ikut diperbincangkan sebagai calon pemain yang berpotensi dipantau Timnas Indonesia, meski belum memenuhi patokan kecepatan yang disebut pelatih John Herdman untuk pemain sayap.
Catatan itu disampaikan Almeria melalui unggahan media sosial, disertai potret Chirino saat menggiring bola. Klub Spanyol tersebut menyebut pemainnya sebagai sosok dengan kecepatan tertinggi 34,10 km/jam.
Unggahan itu menampilkan aksi Chirino dalam pertandingan melawan Real Sociedad B di kompetisi kasta kedua Liga Spanyol, Sabtu (17/10/2026). Almeria memenangi laga dengan skor 4-2. Chirino tampil selama 30 menit dan memperoleh rating 6,4.
Kecepatan menjadi salah satu atribut yang tengah disorot Herdman. Pelatih Timnas Indonesia itu sebelumnya menyebut kebutuhan akan pemain dinamis untuk mengisi posisi nomor 7 dan 11, yang umumnya ditempati pemain sayap.
“Kami membutuhkan kecepatan di posisi nomor 7 dan 11, lebih tepatnya di posisi sayap. Di dunia sepakbola seperti saat ini, Anda membutuhkan pemain yang mampu berlari 36 km/jam atau lebih,” ujar Herdman.
Catatan Chirino belum mencapai angka yang diminta
Dengan kecepatan 34,10 km/jam, Chirino masih terpaut dari angka 36 km/jam yang disebut Herdman. Perbedaan lain terletak pada posisi: Chirino lebih dikenal sebagai bek kanan, walaupun ia juga dapat dimainkan sebagai bek tengah.
Karena itu, catatan kecepatan tersebut belum otomatis menjadikannya jawaban untuk kebutuhan pemain sayap Timnas Indonesia. Angka dari Almeria menunjukkan salah satu atribut fisiknya, sedangkan kesesuaian posisi dan kebutuhan tim tetap menjadi pertimbangan tersendiri.
Di sisi lain, bek kanan modern tidak hanya bertugas menghentikan serangan lawan. Posisi itu juga dapat terlibat dalam pembangunan serangan dari sisi lapangan. Rekam jejak Chirino sebagai pemain bertahan yang bisa membantu serangan membuat namanya menarik untuk dipantau, tetapi belum cukup untuk memastikan ia akan masuk rencana tim nasional.
Herdman sebelumnya juga mengungkapkan upaya merekrut dua pemain diaspora dengan karakter dinamis. Namun, belum ada informasi bahwa Chirino termasuk dalam nama yang sedang didekati atau telah berkomunikasi dengan PSSI.
Profil Daijiro Chirino dan peluang ke Timnas Indonesia
Daijiro Florencio Chirino lahir di Zwolle, Belanda, pada 24 Januari 2002. Ia memiliki darah Indonesia dari pihak ibu yang berasal dari Maluku, sementara ayahnya memiliki hubungan dengan Curacao. Chirino memiliki kewarganegaraan Belanda dan Curaçao.
Pemain dengan tinggi 1,85 meter itu meniti karier di PEC Zwolle sebelum melanjutkan kiprahnya bersama Castellon. Ia bergabung dengan UD Almeria pada musim panas 2025 dan terikat kontrak dengan klub tersebut hingga Juni 2030.
Chirino juga mencatat kontribusi gol bersama Almeria. Pada 11 Oktober 2026, ia mencetak gol menit ke-61 saat timnya mengalahkan Leganes 3-0. Gol tersebut disebut sebagai gol pertamanya pada musim 2026/2027. Pada musim sebelumnya, ketika masih ditangani Rubi, ia membukukan tiga gol.
Di level internasional, Chirino pernah memperkuat tim nasional kelompok umur Belanda, termasuk U-18. Ia juga sempat mendapat panggilan dari Curacao untuk laga persahabatan pada 2023, tetapi belum mencatat debut resmi bersama tim senior.
Asal-usul keluarga saja belum cukup untuk memastikan seorang pemain dapat memperkuat Indonesia. Potensi Chirino membela Timnas Indonesia masih bergantung pada penelusuran dokumen keturunan, pemenuhan ketentuan kewarganegaraan, serta kelayakan berdasarkan regulasi FIFA. Hingga kini, belum ada kepastian bahwa proses naturalisasi terhadapnya sedang berjalan.
Kecepatan 34,10 km/jam menambah satu alasan untuk memperhatikan perkembangan Chirino di Almeria. Namun, peluangnya bersama skuad Garuda masih terbuka sebagai kemungkinan, bukan keputusan. Penampilan berikutnya dan kejelasan status administrasi akan menjadi hal penting untuk menentukan apakah bek berdarah Maluku itu benar-benar dapat masuk dalam pembahasan Timnas Indonesia.


