China belum mencabut boikot terhadap Kylian Mbappe dan Real Madrid meski pemain asal Prancis itu telah meminta maaf. Pemerintah di Beijing menyatakan komunikasi dengan pihak klub dan LaLiga masih berjalan, tetapi pemulihan hubungan membutuhkan waktu.
Duta Besar China untuk Spanyol, Yao Jing, menyampaikan sikap tersebut setelah bertemu dengan perwakilan LaLiga, Real Madrid, dan sejumlah institusi Spanyol. Menurut laporan detikSport yang mengutip Tribuna, Yao menegaskan belum ada proses negosiasi formal.
“Tidak ada negosiasi apapun, tetapi ada terus komunikasi yang didasarkan pada pemahaman bersama,” kata Yao Jing.
Pernyataan itu menandakan pintu komunikasi belum tertutup. Namun, belum ada pula kepastian kapan pembatasan terhadap Mbappe dan klubnya akan berakhir.
Polemik bermula dari candaan tentang Mao Zedong
Masalah ini mencuat setelah Mbappe melontarkan candaan mengenai Mao Zedong, tokoh nasional China. Ucapannya menuai kecaman di China dan berujung pada boikot terhadap pemain tersebut serta Real Madrid. Mbappe kemudian menyampaikan permintaan maaf, disusul permintaan maaf dari klub.
Permintaan maaf itu belum cukup untuk segera memulihkan keadaan. Pemerintah China, menurut pemberitaan detikSport, masih memerlukan waktu sebelum memberi respons yang lebih lunak terhadap insiden tersebut. Inforiau juga melaporkan bahwa boikot belum dicabut.
Perkembangan ini memperlihatkan bahwa persoalan tidak berhenti pada hubungan seorang pemain dengan publik. Real Madrid ikut terdampak karena tindakan pembatasan juga menyasar klub. Bagi pihak-pihak yang ingin memulihkan hubungan, komunikasi yang berlanjut belum otomatis berarti normalisasi sudah dekat.
Siaran pertandingan Madrid ikut dihentikan
Dampak paling nyata terlihat pada tayangan pertandingan. China Media Group, pemegang hak siar Liga Spanyol di negara itu, tidak lagi menayangkan laga Real Madrid. Dengan demikian, boikot tidak hanya berupa kecaman terhadap komentar Mbappe, tetapi juga memengaruhi akses penonton China terhadap pertandingan klub tersebut.
Situasi ini turut membawa LaLiga ke dalam persoalan. Liga Spanyol memiliki kepentingan untuk menjaga hubungannya dengan China, yang disebut sebagai salah satu pasar terbesarnya. LaLiga menyatakan tetap berupaya menjaga hubungan baik dan berharap boikot dapat segera berakhir.
Belum ada keterangan bahwa jadwal siaran Madrid akan kembali normal, ataupun pengumuman mengenai perubahan kebijakan dari China Media Group. Karena itu, komunikasi antara pihak-pihak terkait menjadi perkembangan yang bisa dipantau, tetapi belum dapat disamakan dengan pencabutan boikot.
Dalam laporannya, Inforiau menggambarkan pembatasan tersebut sebagai hambatan bagi hubungan Real Madrid dengan penggemar dan mitra di China. Namun, informasi yang tersedia belum merinci bentuk atau jangka waktu pembatasan di luar penghentian tayangan pertandingan yang diberitakan detikSport.
Belum ada jadwal untuk mengakhiri pembatasan
Yao tidak menyebut tenggat waktu untuk memulihkan hubungan. Ia juga tidak mengumumkan kesepakatan baru antara pemerintah China, Real Madrid, dan LaLiga. Yang disampaikan sejauh ini adalah komunikasi terus berlangsung dengan dasar saling memahami, bukan perundingan resmi untuk menyelesaikan boikot.
Bagi Madrid dan LaLiga, keadaan itu berarti upaya menjaga hubungan masih harus berjalan tanpa kepastian kapan siaran pertandingan klub akan kembali. Permintaan maaf Mbappe dan Real Madrid telah disampaikan, tetapi otoritas China belum menyatakan bahwa langkah tersebut cukup untuk mengakhiri pembatasan.
Perkembangan berikutnya bergantung pada komunikasi yang sedang dilakukan. Sampai ada pengumuman resmi mengenai perubahan sikap atau pemulihan tayangan, boikot terhadap Mbappe dan Real Madrid masih berlanjut.


