Philadelphia Union akan menjamu Real Salt Lake pada Sabtu malam dengan bekal rekor klub: 12 pertandingan beruntun tanpa kekalahan di Major League Soccer (MLS). Kebangkitan itu terasa tajam karena Union sempat berada di posisi terbawah klasemen keseluruhan saat kompetisi memasuki jeda Piala Dunia.
Di bawah pelatih interim Ryan Richter, Philadelphia mengumpulkan 32 poin dari 12 pertandingan terakhir. Mereka membukukan 10 kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk enam kemenangan beruntun—catatan yang juga belum pernah dicapai klub sebelumnya.
Perubahan besar setelah jeda kompetisi
Rentetan hasil positif tersebut bukan sekadar rekor klub. Perolehan 32 poin dalam 12 laga menyamai rekor MLS untuk rentang pertandingan yang sama. Rata-rata 2,67 poin per laga sejak jeda pun, jika dipertahankan sepanjang musim, akan menjadi yang tertinggi di liga.
Dampaknya terlihat di klasemen Wilayah Timur. Dari posisi juru kunci klasemen keseluruhan ketika jeda, Union kini berada di urutan keenam dengan 39 poin dari 27 pertandingan. Performa itu juga membuat mereka diproyeksikan menghadapi Inter Miami pada babak pertama playoff, meski posisi tersebut belum aman.
Union hanya unggul enam poin dari garis playoff dan masih menyisakan tujuh pertandingan. Artinya, laju impresif ini belum cukup untuk menghapus tekanan. Setiap hasil dalam beberapa pekan mendatang tetap penting bagi peluang mereka bertahan di zona playoff.
Kebangkitan bermula dari pergantian pelatih. Bradley Carnell meninggalkan klub pada Mei setelah Union mengawali musim dengan satu kemenangan, 10 kekalahan, dan empat hasil imbang. Carnell sebelumnya memimpin tim meraih Supporters’ Shield pada musim lalu.
Ryan Richter membangun momentum baru
Richter naik dari Philadelphia Union II untuk menjadi pelatih interim. Ia bukan orang baru di klub: selama sekitar satu dekade, ia pernah menangani tim di berbagai tingkat dalam sistem pembinaan Union.
Direktur olahraga Jon Scheer mengatakan kepada MLSsoccer.com bahwa sesi latihan Richter menjadi lebih jelas dan meyakinkan setelah jeda Piala Dunia, yang disebut sebagai pramusim kedua bagi tim. Perubahan itu sejalan dengan hasil di lapangan, meski sumber kebangkitan Union tidak hanya terletak pada satu faktor.
Richter berusaha menjaga perhatian pemain tetap pada persiapan, bukan pada panjangnya rekor. “Kami semua bangga dengan bagaimana beberapa pekan terakhir berjalan,” katanya pekan ini, seperti dikutip Field Level Media. Namun, tantangan menjaga fokus akan semakin besar karena jadwal akhir musim menanti.
Kekuatan mental tim juga teruji ketika sejumlah pemain dipanggil untuk tugas internasional. Kemenangan 4-2 atas Orlando City, yang memperpanjang catatan tak terkalahkan menjadi 12 laga, diraih saat lima pemain reguler absen.
Kontribusi pemain muda dan ketajaman Milan Iloski
Salah satu pemain muda Union mencatat enam gol dan delapan assist dalam delapan pertandingan terakhirnya sebelum jeda internasional. Penampilan itu mengantarkannya menjalani debut bersama tim nasional senior putra Amerika Serikat pada 27 September.
Pada hari yang sama, rekan setimnya Neil Pierre dan Frankie Westfield juga melakoni debut senior. Andre Blake menjadi kapten Jamaika, sedangkan Danley Jean Jacques mengisi lini tengah Haiti. Meski beberapa pemain menjalani agenda internasional, Union tetap mampu mempertahankan tren positif.
Di lini depan, Milan Iloski menjadi sosok penting. Penyerang berusia 27 tahun itu mencetak hattrick saat melawan Orlando City. Itu merupakan hattrick keduanya musim ini, menjadikannya satu-satunya pemain MLS yang mencatat lebih dari satu hattrick pada musim tersebut.
Iloski juga menjadi pemain ketiga dalam sejarah Union yang membukukan dua hattrick dalam satu musim. Penampilan itu membuatnya terpilih sebagai MLS Player of the Matchday untuk pekan pertandingan ke-28. Koleksi 16 golnya di musim reguler merupakan rekor pribadi dan menyamai jumlah gol terbanyak keempat di liga.
“Kami sedang melaju,” kata Iloski setelah kemenangan atas Orlando, seperti dikutip MLSsoccer.com.
Real Salt Lake dan jadwal berat menanti
Real Salt Lake datang dengan posisi ke-11 di Wilayah Barat dan 32 poin. Mereka bukan lawan yang tanpa ancaman: kemenangan 3-0 atas New England pada 26 September mengakhiri rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan, sementara Sergi Solans telah mencetak 11 gol musim ini.
Setelah menjamu Real Salt Lake, Union menghadapi rangkaian jadwal yang kian berat. Mereka akan bertandang ke Chicago pada 14 Oktober, lalu menjamu Charlotte tiga hari kemudian. Charlotte baru saja merekrut Abdoulaye Doucouré.
Berikutnya, Union akan bertandang ke Nashville dan Cincinnati sebelum menutup musim reguler dengan laga kandang melawan Toronto pada Decision Day, 7 November. Jadwal tersebut memberi gambaran jelas: rekor 12 laga tanpa kalah menjadi modal berharga, tetapi belum menjamin akhir musim yang nyaman.
Laga Philadelphia Union vs Real Salt Lake menjadi kesempatan untuk memperpanjang momentum sekaligus menjaga jarak dari garis playoff. Bagi Union, kuncinya bukan hanya mempertahankan catatan tak terkalahkan, melainkan terus mengumpulkan poin ketika tekanan klasemen dan jadwal berat mulai bertemu.


