Legenda Brasil Romario membela Cristiano Ronaldo setelah sang kapten Portugal terlibat perselisihan dengan pelatih Jorge Jesus. Menurut Romario, keputusan Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan tim nasional dapat dipahami karena ia merasa diperlakukan tidak hormat. Jika ada yang patut disesalkan, kata Romario, Ronaldo justru terlambat mengambil sikap tegas.
Pernyataan itu disampaikan Romario dalam Charla Podcast. Ia menilai Ronaldo berhak merasa kecewa setelah mengalami apa yang dianggapnya sebagai penghinaan di depan umum. Romario juga menyebut persoalan tersebut tidak berdiri sendiri: ada pertemuan tertutup, kesepakatan terkait konferensi pers, serta perbedaan pandangan tentang keputusan pelatih memilih susunan pemain.
Perselisihan Ronaldo dan Jorge Jesus memanas
Ketegangan antara Ronaldo dan Jesus mencuat saat pemusatan latihan Portugal untuk Nations League. Ronaldo disebut hanya duduk di bangku cadangan ketika Portugal menghadapi Norwegia, meski ia telah melakukan pemanasan. Sebelumnya, ia tampil sebagai starter dalam kemenangan 1-0 atas Wales dan kemudian digantikan.
Setelah pertemuan tertutup, Ronaldo meninggalkan pemusatan latihan sebelum laga melawan Denmark. Ia menuduh Jesus dua kali mengingkari ucapannya dan bersikap agresif di depan publik. Ronaldo kemudian meminta maaf kepada rekan setim dan para penggemarnya, sementara Jesus membela haknya sebagai pelatih untuk menentukan pemain yang masuk ke dalam tim.
Di tengah polemik itu, Romario mengatakan ia memahami alasan Ronaldo pergi. Menurutnya, sang penyerang sudah pernah merasa dipermalukan dan tidak seharusnya dibiarkan menghadapi pengalaman serupa untuk kedua kalinya.
“Mereka bilang dia meninggalkan tim nasional. Tentu saja. Dia sudah pernah mengalami penghinaan sekali. Mengapa dia harus mengalami yang kedua?” kata Romario.
Romario singgung kesepakatan konferensi pers
Romario juga menyoroti hal yang, menurutnya, memperburuk hubungan kedua tokoh itu. Ia mengklaim terdapat sejumlah poin yang telah disepakati untuk disampaikan Jesus dalam konferensi pers, tetapi sang pelatih tidak membicarakannya. Romario menghubungkan persoalan tersebut dengan anggapan Ronaldo bahwa dirinya dibiarkan terekspos di hadapan publik.
“Mereka sudah menyepakati beberapa hal untuk dia sampaikan dalam konferensi pers, dan dia sama sekali tidak mengatakan apa pun. Menurut Ronaldo, dia arogan dan membiarkan Cristiano terekspos,” ujar Romario.
Meski berpihak kepada Ronaldo dalam perkara ini, Romario mengaku memiliki hubungan baik dengan Jesus. Ia mengatakan pernah bertemu dengan pelatih itu beberapa kali ketika Jesus menangani Flamengo dan menilainya sebagai sosok yang hebat. Namun, kedekatan tersebut tidak mengubah pandangannya terhadap konflik yang sedang berlangsung.
“Saya suka Jorge Jesus. Saya punya hubungan dengannya ketika dia melatih Flamengo. Saya bertemu dengannya lima atau enam kali dan dia selalu menjadi orang yang hebat,” kata Romario. Ia lantas menegaskan bahwa penilaiannya kali ini didasarkan pada situasi yang melibatkan Ronaldo.
Ronaldo dinilai merasa tak lagi dihargai
Bagi Romario, inti masalahnya adalah perasaan Ronaldo bahwa ia tidak lagi dianggap relevan oleh manajemen tim. Ia menilai pemain dengan pengalaman dan status seperti Ronaldo tidak semestinya bertahan dalam lingkungan yang membuatnya merasa didiskreditkan. Romario bahkan mengatakan ia akan mengambil langkah yang sama jika berada di posisi tersebut.
“Dalam situasi seperti itu, dia merasa seperti sosok yang didiskreditkan, seperti seseorang yang tidak lagi punya relevansi, dan itulah mengapa dia pergi. Saya akan melakukan hal yang persis sama,” ujar Romario.
Romario kemudian menyampaikan kritik paling tajamnya. Menurut dia, kesalahan Ronaldo bukan karena meninggalkan pemusatan latihan, melainkan karena tidak bertindak lebih cepat ketika hubungan dengan pelatih dinilai sudah memburuk. Ia menggambarkan perpisahan tegas sebagai jalan yang semestinya diambil.
“Pertama-tama, saya akan membanting pintu dan pergi. Kesalahannya adalah tidak pergi. Kesalahannya adalah tidak menyuruh pria itu pergi ke neraka lebih cepat,” kata Romario.
Rekor Ronaldo bersama Portugal
Ronaldo memiliki catatan panjang bersama tim nasional Portugal. Ia telah mencatat 234 penampilan dan mencetak 146 gol. Bersama negaranya, ia juga meraih gelar UEFA Euro 2016 dan dua trofi UEFA Nations League.
Rekam jejak itu menjadi bagian dari alasan Romario menilai keputusan Ronaldo perlu dilihat dalam konteks kontribusinya, bukan semata-mata sebagai respons terhadap keputusan susunan pemain. Namun, dukungan Romario tidak menghapus perbedaan mendasar dalam konflik tersebut: pelatih mempertahankan kewenangannya memilih tim, sedangkan Ronaldo merasa ada janji yang dilanggar dan dirinya tidak dihormati.
Perselisihan ini memperlihatkan betapa rumitnya hubungan antara pemain senior dan pelatih ketika keputusan di lapangan berkelindan dengan komunikasi di luar lapangan. Ke depan, penyelesaian konflik akan bergantung pada apakah kedua pihak dapat memperjelas duduk perkara dan kembali membangun kepercayaan di lingkungan Portugal.


