Maarten Paes kembali tidak mendapat kesempatan bermain saat Ajax Amsterdam ditahan NEC Nijmegen 1-1 dalam lanjutan pekan kedelapan Eredivisie di Johan Cruijff ArenA. Marc-Andre ter Stegen tetap menjadi pilihan utama di bawah mistar, tetapi penampilannya justru menuai kritik dari sejumlah suporter Ajax.
Ajax sempat memimpin lebih dulu lewat gol Tolu Arokodare pada menit ketujuh. Namun, keunggulan itu hanya bertahan 12 menit. Tjaronn Chery menyamakan skor melalui tendangan penalti pada menit ke-19.
Kedua tim tak mampu menambah gol hingga pertandingan berakhir. Ajax pun harus menerima satu poin di kandang sendiri, sekaligus kehilangan kesempatan untuk mengamankan kemenangan di hadapan pendukungnya.
Hasil imbang tersebut membuat perhatian tertuju pada dua penjaga gawang dengan nasib berbeda. Ter Stegen masih dipercaya mengawal gawang Ajax, sementara Paes kembali hanya menyaksikan pertandingan dari bangku cadangan.
Ter Stegen disorot karena dianggap memperlambat permainan
Kritik suporter tidak terutama tertuju pada gol yang bersarang ke gawang Ajax. Mengutip laporan VoetbalPrimeur.nl, sejumlah penggemar mempersoalkan cara Ter Stegen menguasai bola dan mengatur tempo permainan ketika menghadapi NEC.
Salah satu keluhan muncul setelah kiper asal Jerman itu dinilai berjalan santai membawa bola hingga ke lingkaran tengah lapangan. Suporter tersebut menilai tidak ada pemain NEC yang memberikan tekanan berarti, tetapi Ter Stegen tetap lama menguasai bola.
“Hal yang paling membuat saya kesal semalam adalah ketika Ter Stegen justru berjalan santai ke lingkaran tengah lapangan dengan membawa bola,” keluh seorang penggemar.
Penggemar itu melanjutkan, Ter Stegen berdiri menunggu lawan yang tidak datang menekan hingga tindakannya dinilai mengganggu tempo seluruh tim. Kritik tersebut menggambarkan kekecewaan sebagian pendukung terhadap distribusi bola sang kiper, yang dianggap berisiko menghambat aliran serangan Ajax.
Penilaian itu muncul di tengah hasil yang mengecewakan bagi tuan rumah. Seorang suporter lain menyebut laga tersebut sebagai salah satu dari banyak pertandingan buruk yang perlu segera dilupakan oleh seluruh elemen klub. Komentar itu juga mencerminkan ketidakpuasan terhadap penampilan Ajax secara keseluruhan, bukan hanya terhadap Ter Stegen.
Kesempatan bermain Paes belum terbuka
Bagi Paes, hasil imbang ini belum mengubah posisinya dalam persaingan di bawah mistar. Kiper Timnas Indonesia itu kembali tidak dimainkan, sedangkan Ter Stegen tetap menjadi penjaga gawang yang dipercaya Ajax.
Sejak kedatangan Ter Stegen, menit bermain Paes disebut menurun signifikan. Data Transfermarkt yang dikutip Sumbawanews mencatat Paes tampil lima kali di semua kompetisi sepanjang musim ini. Angka tersebut menunjukkan terbatasnya kesempatan yang ia peroleh, meski tidak menjelaskan alasan pelatih memilih susunan pemain tertentu dalam laga melawan NEC.
Paes sebelumnya turut membantu Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, pencapaian bersama tim nasional itu belum mengubah persaingan di Ajax. Ia masih perlu menunggu kesempatan dan menunjukkan kemampuannya ketika mendapat kepercayaan tampil.
Situasi ini membuat hasil pertandingan Ajax memiliki dua sisi bagi Paes: klub gagal menang, tetapi posisi kiper utama tetap tidak bergeser. Belum ada keterangan bahwa hasil imbang tersebut akan mengubah pilihan penjaga gawang pada laga berikutnya.
Ajax perlu menjawab kritik di laga berikutnya
Dengan skor 1-1, Ajax gagal mempertahankan keunggulan yang dibangun sejak awal pertandingan. Gol cepat Arokodare sempat memberi tuan rumah pijakan, tetapi penalti Chery membuat NEC kembali dalam permainan. Setelah itu, tak ada gol tambahan yang mengubah hasil.
Kritik terhadap Ter Stegen dan performa tim menjadi pekerjaan rumah bagi Ajax setelah kehilangan dua poin di kandang. Sementara itu, bagi Paes, persaingan masih berlangsung dan kesempatan bermain belum datang. Perkembangan pilihan penjaga gawang Ajax pada pertandingan selanjutnya akan menjadi perhatian, terutama bagi pendukung yang menantikan kiprah kiper Indonesia tersebut.


