Aktor senior Korea Selatan Choi Bool-am meninggal pada usia 87 tahun setelah menjalani perawatan di rumah sakit di Seoul. Kepergiannya pada Kamis malam, 29 Oktober, mengakhiri karier yang berlangsung lebih dari enam dekade dan melekat kuat pada dua tokoh televisi: seorang detektif yang menjaga keadilan dan kepala keluarga di desa.
Kabar wafatnya Choi disampaikan keluarga dan diberitakan sejumlah media Korea. CNN Indonesia, mengutip Korea JoongAng Daily, melaporkan ia meninggal sekitar pukul 22.00 di rumah sakit kawasan Gangseo. Vietnam.vn, yang mengacu pada Hankook Ilbo, juga menyebut ia wafat pada waktu yang sama saat menjalani perawatan di Seoul.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung turut menyampaikan belasungkawa melalui akun X. Ia mengenang Choi sebagai figur kebapakan bagi masyarakat pada masanya, sekaligus seniman yang memerhatikan orang-orang yang mengalami kesulitan. Bagi banyak penonton, kesan itu tidak hanya terbentuk dari peran yang dimainkan, tetapi juga dari kegiatan sosial mendiang.
Dua tokoh yang membentuk citra kebapakan
Nama Choi paling erat dikaitkan dengan serial detektif Chief Inspector, yang tayang pada 1971 hingga 1989. Ia memerankan Kapten Park Young-han, polisi yang dikenal jujur dan bertanggung jawab. Peran tersebut membuatnya mendapat julukan yang merujuk pada sosok kapten investigasi yang selalu dikenang penonton.
Choi ketika itu belum berusia 40 tahun, tetapi memerankan tokoh yang jauh lebih tua. Dalam wawancara dengan JoongAng Ilbo pada 2008, ia pernah bercerita bahwa dirinya berusia 30-an saat memerankan pria berumur 50-an dalam serial tersebut.
Ia juga dikenal sebagai Ketua Kim dalam drama keluarga Country Diaries, yang ditayangkan selama 22 tahun, dari 1980 sampai 2002. Tokoh kepala desa Yangchon-ri itu memperkuat kesan Choi sebagai figur ayah di layar. Kedua serial tersebut menjangkau rentang penonton yang panjang, sehingga wajah dan karakter yang ia bawakan akrab bagi beberapa generasi di Korea Selatan.
Peran-peran itu juga membentuk persepsi publik terhadap usia sang aktor. Choi mengungkapkan bahwa meski sering memerankan pria lanjut usia sejak masih relatif muda, orang-orang yang bertemu dengannya di luar lokasi syuting justru menilainya tampak muda.
Dari panggung ke program kuliner
Choi memulai karier panggung pada 1959, sebelum tampil di televisi pada 1967. Vietnam.vn menyebut ia pernah bergabung dengan Grup Drama Nasional Korea pada 1965. Rentang kiprahnya mencakup drama panggung, serial televisi, film, dan program dokumenter.
Selain dua serial yang paling dikenal, ia muncul sebagai kameo dalam sejumlah produksi, termasuk Life on Mars, Princess Hours, dan Chief Detective 1958. Ia juga menjadi pembawa acara dokumenter kuliner Korean Cuisine and Dining sejak 2011. Menurut Vietnam.vn, program tersebut memperkenalkan makanan dan kisah kehidupan dari berbagai daerah di Korea.
Masalah kesehatan kemudian membatasi aktivitasnya. CNN Indonesia melaporkan kondisi Choi memburuk setelah operasi pada bagian bawah tulang belakang pada Maret 2025. Media itu menyebut stenosis tulang belakang, sementara Vietnam.vn menggambarkan operasi tersebut sebagai penanganan herniasi diskus. Meski penyebutan gangguannya berbeda, kedua laporan menyatakan ia meninggalkan program kuliner setelah menjalani operasi dan kesehatannya terus menurun.
Pada 2018, Choi menjelaskan keputusannya mengurangi kegiatan di industri hiburan bukan sebagai pensiun, melainkan sebagai langkah mundur. Ia merasa tidak lagi memperoleh kritik yang diperlukan untuk berkembang karena orang-orang di sekitarnya sungkan menyampaikan masukan kepada aktor senior. Sikap itu memberi gambaran bahwa ia tetap memandang proses belajar sebagai bagian dari pekerjaan, bahkan setelah puluhan tahun berkarier.
Kepedulian sosial di luar layar
Perhatian Choi tidak berhenti pada dunia seni peran. CNN Indonesia melaporkan ia mendirikan organisasi Zero Camp pada 2012 untuk membantu remaja putus sekolah. Ia juga aktif sebagai duta kegiatan filantropi bagi anak-anak kurang mampu. Vietnam.vn mencatat keterlibatannya dalam dukungan bagi anak-anak yang sakit berat serta pencarian anak hilang.
Presiden Lee menyinggung kepedulian itu dalam pesan dukanya. Ia menyatakan bahwa Choi bukan hanya meninggalkan kenangan sebagai detektif dan ayah yang dicintai di layar, tetapi juga mewariskan perhatian kepada kelompok yang jarang mendapat sorotan. Ucapan tersebut sejalan dengan citra sang aktor yang selama bertahun-tahun dikenal publik lewat peran-peran berwatak hangat.
Choi Bool-am meninggalkan istrinya, aktris senior Kim Min-ja, serta dua anak mereka, Choi Dong-nyeok dan Choi Dong-bi. Sejumlah penghargaan, termasuk Baeksang Arts Awards dan Grand Bell Awards, menandai perjalanan seninya. Namun, bagi penonton yang tumbuh bersama serial televisi Korea, jejaknya juga tertanam melalui tokoh-tokoh yang hadir di ruang keluarga selama bertahun-tahun.

