Lamine Yamal mendapat suara di urutan pertama dari jurnalis 13 negara dalam pemungutan Ballon d’Or 2026. Dukungan itu belum cukup mengantarnya ke puncak: penyerang Barcelona tersebut finis ketiga dengan 881 poin, di bawah Harry Kane dan Kylian Mbappe.
Rincian suara diumumkan France Football pada Jumat malam, setelah Kane menerima penghargaan dalam acara di London pada Senin. Hasil tersebut memperlihatkan bahwa pilihan nomor satu dari sejumlah negara tidak otomatis berbanding lurus dengan posisi akhir. Sistem penilaian juga menghitung pilihan jurnalis terhadap sembilan pemain lain dalam daftar mereka.
Tiga negara Arab memilih Yamal di urutan pertama
Aljazair, Tunisia, dan Yordania menjadi tiga negara Arab yang menempatkan Yamal sebagai pilihan teratas. Sepuluh negara lainnya adalah Albania, Burkina Faso, Tanjung Verde, Honduras, Makedonia Utara, Meksiko, Wales, Portugal, Swiss, dan Turki.
Dengan demikian, suara pertama untuk pemain berusia muda Barcelona itu datang dari jurnalis di 13 negara yang tersebar di berbagai kawasan. Daftar tersebut mencakup negara-negara Eropa, Afrika, serta Amerika. Namun, hasil pemungutan secara keseluruhan tetap menempatkannya di belakang Kane dan Mbappe.
Daftar negara itu tidak merinci berapa banyak poin yang diberikan tiap jurnalis kepada Yamal. Yang diumumkan adalah negara-negara yang wakil jurnalisnya menempatkan pemain Spanyol tersebut di urutan pertama. Skor akhir, sebaliknya, merupakan akumulasi dari penilaian 100 jurnalis spesialis.
Selisih Kane dan Mbappe hanya 28 poin
Kane mengumpulkan 1.055 poin dan menjadi pemenang. Mbappe menyusul di posisi kedua dengan 1.027 poin, terpaut 28 poin dari penyerang Bayern Munich itu. Yamal berada 174 poin di bawah Kane, sedangkan jaraknya dari Mbappe mencapai 146 poin.
Posisi keempat ditempati Rodri dengan 726 poin. Lionel Messi, kapten Inter Miami, berada di urutan kelima dengan 612 poin. Setelah itu, Khvicha Kvaratskhelia mengumpulkan 541 poin, Ousmane Dembele 418 poin, dan Erling Haaland 378 poin.
Michael Olise menempati posisi kesembilan dengan 296 poin, sementara Fabian Ruiz melengkapi sepuluh besar dengan 201 poin. Susunan ini memperlihatkan jarak skor yang cukup lebar antara Yamal dan para pemain di bawahnya. Rodri, misalnya, terpaut 155 poin dari pemain Barcelona tersebut.
Setiap jurnalis memilih sepuluh pemain
Menurut keterangan yang dimuat Goal.com, pemungutan melibatkan 100 jurnalis spesialis. Masing-masing menyusun pilihan sepuluh pemain terbaik. Peringkat pertama mendapat 15 poin, disusul 12 poin untuk posisi kedua, lalu 10, 8, 7, 5, 4, 3, 2, dan satu poin untuk urutan kesepuluh.
Karena itu, sebutan sebagai pilihan pertama di suatu negara hanya menggambarkan posisi Yamal pada satu bagian dari pemungutan. Skor total juga dipengaruhi oleh posisi yang diberikan para pemilih lain kepadanya. Hasil akhir menggabungkan seluruh poin dari pilihan-pilihan tersebut.
Angka itu membantu menjelaskan bagaimana Yamal bisa mendapat dukungan nomor satu dari jurnalis 13 negara, tetapi tetap berakhir di tempat ketiga. Suara pertama menunjukkan siapa yang dipilih paling tinggi oleh jurnalis dari negara-negara itu, sedangkan klasemen akhir ditentukan oleh akumulasi poin seluruh juri.
Musim Kane mengantar Bayern meraih puncak suara
France Football mengaitkan kemenangan Kane dengan musim yang produktif. Penyerang Inggris itu mencetak 73 gol bersama klub dan tim nasional. Mbappe juga menjalani musim yang kuat bersama Real Madrid, sementara Yamal terus menunjukkan kualitasnya di Barcelona.
Di antara pemain lain dalam sepuluh besar, Kvaratskhelia disebut berperan menonjol dalam keberhasilan Paris Saint-Germain menjuarai Liga Champions. Haaland tetap tampil tajam bersama Manchester City, sedangkan Olise menjalani musim istimewa bersama Bayern Munich. Rincian itu memberi konteks atas nama-nama yang menempati papan atas pemungutan.
Pengumuman France Football pada Jumat membuka rincian di balik hasil penghargaan yang telah diberikan di London. Yamal memang tidak membawa pulang trofi utama, tetapi namanya menjadi pilihan pertama jurnalis dari 13 negara, termasuk tiga negara Arab.


