Katie Zacharia menjadi sorotan pada hari pertamanya berbicara kepada media sebagai Sekretaris Pers Gedung Putih. Dalam konferensi pers, juru bicara baru Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu keliru mengucapkan frasa saat menjelaskan peran suaminya dalam mengasuh empat anak mereka. Ucapannya sontak memancing tawa wartawan yang hadir.
Momen tersebut terjadi ketika seorang wartawan bertanya bagaimana Zacharia menjalankan tugasnya sambil membesarkan empat anak. Ia menjawab dengan menyinggung suaminya, yang membawa anak-anak mereka dari California ke Washington agar keluarga itu bisa berkumpul. Namun, ketika menyebut suaminya, Zacharia mengatakan “my president” alih-alih “my husband”.
Kekeliruan singkat itu menjadi bagian paling ramai dibicarakan dari debutnya. Di luar salah ucap tersebut, penampilan Zacharia juga menuai perhatian karena sikapnya yang dinilai tegang, penggunaan teks saat menyampaikan pernyataan, serta pembatasan waktu bagi wartawan untuk mengajukan pertanyaan.
Salah ucap Katie Zacharia memancing tawa wartawan
Dalam bahasa Inggris, “my husband” berarti “suami saya”, sedangkan “my president” berarti “presiden saya”. Perbedaan satu kata itu mengubah maksud kalimat Zacharia ketika ia bercerita tentang keluarganya. Para wartawan yang mendengar langsung merespons dengan gelak tawa.
Insiden tersebut berlangsung dalam konteks pertanyaan mengenai keseimbangan antara pekerjaan dan tanggung jawab keluarga. Zacharia berusaha menjelaskan bahwa suaminya membawa keempat anak mereka dari California ke Washington supaya mereka dapat tinggal berdekatan. Tidak ada keterangan dalam bahan berita mengenai tanggapan Zacharia setelah salah ucap itu.
Peristiwa tersebut kemudian melekat pada penampilan perdananya di hadapan media. Bagi seorang sekretaris pers, konferensi pers menjadi kesempatan untuk menyampaikan informasi sekaligus menjawab pertanyaan wartawan. Karena itu, perhatian publik tidak hanya tertuju pada isi jawaban, tetapi juga pada cara pejabat baru itu mengelola komunikasi di ruang konferensi.
Waktu bertanya dibatasi lima menit
Sejumlah wartawan juga menyoroti ketegangan Zacharia selama konferensi pers. Ia tampak kaku dan banyak mengandalkan teks ketika menyampaikan pernyataan. Kesan tersebut, bersama insiden salah ucap, membentuk gambaran awal tentang debutnya di posisi baru.
Durasi konferensi pers itu tercatat hanya 14 menit. Sementara itu, waktu yang diberikan kepada wartawan untuk bertanya dibatasi selama lima menit. Pembatasan tersebut ikut menjadi perhatian, meski bahan berita tidak merinci alasan di balik pengaturan waktu itu.
Kombinasi antara sesi yang singkat, kesempatan bertanya yang terbatas, dan penampilan yang dinilai tegang membuat debut Zacharia mendapat sorotan lebih luas daripada sekadar satu kekeliruan kata. Respons media terhadapnya memperlihatkan bahwa gaya komunikasi seorang juru bicara turut menjadi perhatian dalam menjalankan tugas menyampaikan keterangan pemerintah.
Trump mengaku puas, Zacharia menggantikan Leavitt
Trump telah menanggapi penampilan pertama sekretaris pers barunya. Di tengah kritik yang disampaikan media, ia mengaku senang dengan kinerja Zacharia. Bahan berita tidak memuat rincian lebih jauh mengenai penilaian Trump atau aspek tertentu dari penampilan yang ia apresiasi.
Zacharia menggantikan Karoline Leavitt, yang mengundurkan diri pada akhir Agustus karena ingin menghabiskan waktu bersama keluarga. Leavitt melahirkan anak keduanya pada 1 Mei 2026. Ia kemudian dikabarkan bergabung dengan Fox News Media per 5 Oktober.
Mulai 1 November, Leavitt dijadwalkan menjadi kontributor dan analis politik di berbagai program berita serta opini Fox News. Peralihan itu menandai perubahan dari perannya sebagai juru bicara Gedung Putih menuju pekerjaan di media. Adapun bagi Zacharia, perhatian berikutnya akan tertuju pada bagaimana ia menjalankan komunikasi dengan wartawan setelah debut yang langsung ramai dibicarakan.
Kesalahan menyebut satu frasa tidak dengan sendirinya menggambarkan keseluruhan kinerja seorang pejabat. Namun, respons terhadap konferensi pers perdana Zacharia menunjukkan bahwa cara ia menjawab pertanyaan, memberi ruang bagi wartawan, dan menyampaikan pernyataan akan terus diamati. Penampilan berikutnya akan menjadi kesempatan bagi sekretaris pers baru itu untuk membangun ritme komunikasinya sendiri.


