Maximo Quiles memenangi balapan Moto3 Mandalika 2026 di Sirkuit Pertamina Mandalika, Minggu (11/10), sekaligus memastikan gelar juara dunia. Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menutup balapan dengan finis di posisi keenam setelah berulang kali terlibat dalam persaingan ketat sepanjang lomba.
Quiles menyentuh garis finis dalam waktu 32 menit 36,821 detik. Ia unggul 2,994 detik atas David Almansa yang menempati posisi kedua, sementara Brian Uriarte melengkapi podium dengan finis ketiga, terpaut 5,156 detik dari sang pemenang.
Veda mengawali balapan dari posisi ketujuh dan sempat merangsek hingga urutan kedua. Namun, posisi di kelompok depan sulit dipertahankan. Pembalap Indonesia itu beberapa kali turun peringkat sebelum akhirnya kembali menemukan celah untuk menutup lomba di enam besar.
Veda Ega sempat menembus posisi kedua
Start dari baris ketujuh, Veda langsung memperbaiki posisinya. Ia naik satu peringkat pada awal lomba, lalu kembali maju ke posisi kelima. Memasuki putaran kedua, Veda bahkan sempat berada di urutan kedua, di belakang Quiles yang mulai bergerak ke depan.
Persaingan di kelompok terdepan berubah cepat. Adrian Fernandez dan Alvaro Carpe melewati Veda, yang turun ke urutan keempat pada putaran ketiga. Di depan, Quiles mengambil alih pimpinan setelah David Almansa melakukan kesalahan dan kehilangan sejumlah posisi.
Quiles mulai membangun jarak dari para pesaingnya. Pada putaran keempat, keunggulannya atas Fernandez tercatat 1,3 detik. Veda sendiri turun ke posisi kelima setelah Almansa kembali merangsek, lalu ke urutan keenam ketika Guido Pini ikut masuk dalam persaingan.
Veda sempat membalas pada putaran kedelapan dengan melewati Pini dan naik ke posisi kelima. Namun, jalannya lomba kembali berubah setelah Carpe mengalami kecelakaan pada putaran ke-11. Veda terdorong ke posisi ketujuh, tepat di belakang Brian Uriarte. Tak lama kemudian, Adrian Cruces juga mengalami kecelakaan. Veda berhasil menghindari insiden itu dan melanjutkan balapan.
Persaingan posisi keenam hingga putaran terakhir
Memasuki putaran ke-15, Veda berada di urutan ketujuh, di belakang Pini. Rico Salmela juga berada dalam kelompok yang sama. Veda kemudian melewati keduanya dan naik ke posisi kelima pada putaran berikutnya.
Peluang menembus posisi empat besar belum terbuka lebar. Jarak Veda dengan Matteo Bertelle yang berada di depannya mencapai sekitar 2,5 detik. Ia kemudian kehilangan beberapa posisi ketika Salmela, Pini, dan Fernandez melewatinya. Veda sempat turun ke urutan kedelapan pada putaran ke-18, sebelum kembali melewati Fernandez dan naik ke posisi ketujuh.
Di depan, Quiles terus menjaga keunggulan. Jaraknya dari Almansa sempat mencapai tiga detik, sedangkan Almansa juga cukup nyaman di posisi kedua, terpaut 2,2 detik dari Uriarte. Persaingan Veda berlangsung di kelompok belakang mereka, dengan sejumlah perubahan posisi hingga lap terakhir.
Pada putaran terakhir, Veda menyalip Pini dan merebut kembali posisi keenam. Ia mempertahankan posisi tersebut sampai finis. Hasil ini mengakhiri balapannya dengan selisih 12,017 detik dari Quiles, sementara Pini finis ketujuh dan Fernandez kedelapan.
Quiles pastikan gelar juara dunia Moto3
Kemenangan di Mandalika membawa Quiles memastikan gelar juara dunia Moto3 2026. Ia mencatat kemenangan di depan Almansa dan Uriarte, sementara pembalap Indonesia itu menyelesaikan lomba di posisi keenam. Hakim Danish finis di urutan ke-14.
Hasil lengkap sepuluh besar menempatkan Matteo Bertelle di posisi keempat dan Rico Salmela di urutan kelima. Setelah Veda, Pini finis ketujuh, disusul Adrian Fernandez, Joel Esteban, dan Scott Ogden. Veda hanya terpaut 1,050 detik dari Salmela yang berada satu posisi di depannya.
Jalannya balapan menunjukkan betapa cepat posisi dapat berubah di Mandalika: Veda sempat berada di urutan kedua, turun hingga kedelapan, lalu bangkit pada lap terakhir. Sementara itu, kemenangan Quiles menutup persaingan gelar dengan kepastian juara dunia. Perhatian berikutnya bagi Veda adalah menjaga konsistensi setelah menuntaskan balapan yang penuh perubahan posisi ini.


