AMD dan Microsoft membuka dukungan FSR 4.1.2 untuk Xbox Series X dan Series S. Namun, pemilik konsol belum bisa langsung mengaktifkannya. Teknologi upscaling berbasis machine learning itu kini tersedia melalui Microsoft Game Development Kit (GDK) edisi Oktober 2026, sehingga pengembang perlu memasukkannya ke dalam game masing-masing.
FSR 4.1.2 merekonstruksi gambar dari resolusi render yang lebih rendah agar mendekati resolusi keluaran yang dituju. Cara ini dapat membantu meningkatkan ketajaman tanpa membuat GPU harus merender setiap frame sejak awal pada resolusi tinggi. Penerapannya di konsol Xbox dioptimalkan untuk arsitektur grafis RDNA 2.
Bagi pemain, dukungan tersebut belum berarti semua game yang sudah beredar akan otomatis mendapat gambar lebih tajam. Studio harus mengadopsi fitur ini dalam proyek mereka. Ketersediaan pada tingkat perangkat lunak pengembang menjadi tahap awal, bukan pembaruan yang langsung berlaku bagi seluruh katalog Xbox.
Dua pilihan untuk menyeimbangkan mutu dan beban GPU
Pengembang dapat memilih model Full INT8 atau Lite INT8. Keduanya menggunakan komputasi integer 8-bit, tetapi menawarkan tingkat kebutuhan pemrosesan yang berbeda. Full dirancang untuk menghasilkan rekonstruksi gambar dengan kualitas lebih tinggi, sedangkan Lite dibuat lebih ringan agar beban GPU lebih rendah.
Perbedaan itu memberi studio ruang untuk menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan game dan sasaran performanya. Laporan mobidevices.com menyebut ukuran model Lite kurang dari separuh model Full. Meski ukurannya lebih kecil, kebutuhan memori kedua model tetap sama bila resolusi render dan resolusi keluarannya setara.
Model Full INT8 di Xbox berbeda dari Full FP8 yang digunakan kartu grafis Radeon RX 9000. Keduanya sama-sama ditujukan untuk upscaling, tetapi menggunakan format komputasi yang berbeda. Pengembang Xbox dapat mengakses implementasi FSR tersebut melalui GDK, dengan API SDK AMD yang juga digunakan pada versi Windows, sebagaimana dilaporkan Jagat Play.
Hasil uji bergantung pada konsol dan resolusi
Angka pengujian yang dipublikasikan Microsoft memberi gambaran soal waktu kerja upscaler, bukan total waktu yang diperlukan untuk merender satu frame. Menurut mobidevices.com, demo GDK pada Xbox Series X membutuhkan 2,75 milidetik untuk Lite dan 3,86 milidetik untuk Full saat menghasilkan keluaran 4K.
Pada Series S, pengujian dengan keluaran 1440p mencatat 3,4 milidetik untuk Lite dan 5,2 milidetik untuk Full. Artinya, model Full memerlukan waktu lebih lama dalam hasil demo tersebut, sejalan dengan kebutuhan komputasi yang lebih besar.
Rincian yang beredar tidak sepenuhnya sama. Jagat Play mengutip hasil 2,75 milidetik untuk keluaran 4K di Series X dan 1,9 milidetik untuk 1080p di Series S pada model Lite. Laporan itu tidak menyajikan angka Full untuk kedua kondisi tersebut. Karena resolusi keluaran yang disebut berbeda, angka-angka itu tidak bisa dibandingkan langsung dengan seluruh hasil yang dimuat mobidevices.com.
FSR 4.1.2 juga bukan fitur pembuat frame. Teknologi ini memperbaiki resolusi gambar yang telah dirender, tetapi tidak menyisipkan frame tambahan di antara frame asli. Fungsi tersebut berada pada FSR Frame Generation, yang tidak termasuk dalam dukungan Xbox yang diumumkan kali ini.
Dukungan juga menyasar perangkat genggam ROG
Perluasan FSR turut mencakup perangkat genggam keluarga ROG Xbox Ally melalui AMD FSR SDK 2.4. Jagat Play menyebut ROG Xbox Ally, Ally X, dan Ally X20 dalam cakupan dukungan. Sementara itu, mobidevices.com melaporkan tersedianya driver pratinjau ASUS untuk ROG Xbox Ally X, yang memungkinkan FSR 4.1.2 dipakai pada game DirectX 12 dengan dukungan FSR 3.1 atau lebih baru.
Untuk ROG Xbox Ally standar, dukungan driver tersebut disebut akan menyusul. Informasi mengenai Ally X20 tidak dirinci dalam laporan mobidevices.com. Dengan demikian, penerapan di perangkat genggam juga bergantung pada model perangkat, driver, serta dukungan yang disiapkan pengembang game.
Pengguna Xbox perlu menunggu studio mengumumkan dukungan pada judul tertentu. Sampai pengembang mengintegrasikan FSR 4.1.2, kehadiran fitur di GDK belum mengubah tampilan game secara otomatis.

