Penampilan Muhammad Toha saat DPMM FC menghadapi Johor Darul Ta’zim (JDT) menghidupkan pembicaraan soal peluangnya memperkuat Timnas Indonesia. Bek kanan berusia 29 tahun itu mendapat pujian dari media Malaysia setelah tampil dalam semifinal leg pertama Piala FA Malaysia, meski timnya kalah 0-2.
Palatao Bola menilai Toha pantas diperhitungkan oleh pelatih John Herdman. Penilaian itu muncul setelah sang pemain ikut menjaga lini belakang DPMM di Stadion Sultan Hassanal Bolkiah, Jumat, 23 Oktober 2026. Seperti dilaporkan Suara.com, Toha tetap menarik perhatian kendati JDT membawa pulang kemenangan melalui dua gol.
Belum ada kepastian ia akan dipanggil ke tim nasional. Namun, pujian tersebut menempatkan Toha dalam percakapan tentang pilihan bek kanan Indonesia, terutama setelah sejumlah pemberitaan menyoroti kebutuhan tim di posisi itu menjelang FIFA Matchday November.
Peran Toha berubah sepanjang laga
Toha memulai pertandingan di sisi kanan pertahanan DPMM. Pada sepuluh menit terakhir, ia bergeser ke kiri untuk membantu mengawal Arif Aiman, pemain andalan JDT yang juga membela Timnas Malaysia. Pergantian tugas itu memperlihatkan bahwa Toha dapat menjalankan peran di kedua sisi pertahanan.
JDT tetap mampu mencetak dua gol. Bergson da Silva membuka keunggulan pada menit ke-21, sedangkan Eddy Israfilov menggandakan skor pada menit ke-71. Hasil akhir itu menjadi pekerjaan rumah bagi DPMM, tetapi tidak menghapus penilaian positif terhadap upaya Toha membendung serangan lawan.
Palatao Bola secara khusus mengangkat duel Toha dengan Arif Aiman. Media tersebut menyebut kemampuan bek Indonesia itu mengawal pemain sayap JDT sebagai alasan ia layak mendapat kesempatan dari Herdman. Pujian itu merupakan penilaian media, bukan pengumuman atau rekomendasi resmi dari tim pelatih Timnas Indonesia.
Perbandingan Palatao Bola dengan pemain yang berkompetisi di Eredivisie juga menjadi bagian dari sorotan. Klaim itu merujuk pada penampilan Toha ketika menjaga Arif, bukan ukuran menyeluruh yang membandingkan seluruh pemain dari dua kompetisi tersebut. Dengan demikian, apresiasi tersebut tetap perlu ditempatkan dalam konteks satu laga.
Menit bermain jadi modal utama
Sejak bergabung dengan DPMM FC pada musim 2026/2027, Toha telah mengumpulkan 900 menit bermain. Ia selalu menyelesaikan pertandingan yang telah dijalaninya. Catatan itu memberi gambaran tentang kepercayaan yang diterimanya di klub, sekaligus kesempatan rutin untuk menjaga kebugaran dan konsistensi bermain.
DPMM juga menjadi panggung baru bagi mantan kapten Persita Tangerang tersebut. Palatao Bola menilai kontribusinya membantu klub bersaing dengan sejumlah tim kuat di kawasan, termasuk JDT, Selangor, dan Kuching City. Penilaian itu memperkuat perhatian terhadap kiprahnya di Liga Super Malaysia, meski artikel Suara.com tidak merinci posisi klasemen terbaru DPMM.
Bagi pemain yang berharap menembus tim nasional, menit bermain dan kemampuan mengisi lebih dari satu posisi bisa menjadi modal. Namun, penampilan klub saja tidak otomatis menentukan pilihan pelatih. Herdman tetap perlu menilai kebutuhan tim, persaingan di posisi bek, serta performa para pemain yang tersedia sebelum menetapkan susunan skuad.
Pujian belum berarti panggilan
Nama Toha muncul saat pemberitaan mengenai bek kanan Indonesia mengarah pada kemungkinan mencari opsi tambahan. VIVA.co.id, melalui judul beritanya, mengaitkan kebutuhan posisi tersebut menjelang agenda November dengan pemain yang tampil di Liga Malaysia. Meski demikian, informasi yang tersedia belum menyebut adanya pemanggilan atau komunikasi resmi antara Toha dan tim nasional.
Toha sendiri menyampaikan terima kasih kepada suporter yang datang mendukung DPMM, termasuk warga negara Indonesia di stadion. Ia berharap dukungan itu terus mengiringi tim. Fokus terdekatnya pun masih bersama klub, sementara hasil semifinal leg pertama membuat DPMM tertinggal dua gol dari JDT.
Langkah DPMM berikutnya adalah menjalani leg kedua semifinal. Untuk Toha, laga tersebut memberi kesempatan lain menunjukkan konsistensi di kompetisi Malaysia. Keputusan soal Timnas Indonesia tetap berada di tangan Herdman, dan pujian dari media belum dapat menggantikan penilaian langsung tim pelatih.


