Bayern Munchen dan Arsenal berbagi angka 2-2 dalam laga matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027 di Allianz Arena, Kamis pagi WIB, 22 Oktober 2026. Hasil itu sesuai dengan prediksi sebelum pertandingan, yang memperkirakan duel ketat dan skor imbang, meski Bayern sempat berbalik unggul.
Arsenal lebih dulu mencetak gol melalui Eberechi Eze pada menit ke-25. Bayern menyamakan kedudukan lewat Alphonso Davies sepuluh menit kemudian, lalu Harry Kane membawa tuan rumah unggul melalui penalti pada menit ke-61. Declan Rice memastikan Arsenal pulang dengan satu poin setelah menyamakan skor.
Arsenal membuka keunggulan, Bayern membalas
Arsenal memulai pertandingan dengan meyakinkan dan mampu mencuri keunggulan pada menit ke-25. Gol Eze membuat tim tamu berada di depan, tetapi Bayern tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons. Davies mencetak gol penyeimbang pada menit ke-35 dan menghidupkan kembali tekanan tuan rumah.
Situasi Arsenal sempat berubah lebih awal. Bukayo Saka mengalami masalah pada otot paha dan harus meninggalkan lapangan sebelum pertandingan berjalan sepuluh menit. Eze masuk menggantikannya, lalu menjadi pencetak gol pembuka bagi The Gunners.
Selepas jeda, Bayern berusaha mengubah dominasi menjadi keunggulan. Kesempatan itu datang melalui penalti yang dituntaskan Kane pada menit ke-61. Penyerang Inggris tersebut kembali menjadi tumpuan serangan Bayern, sebagaimana diperkirakan menjelang laga.
Arsenal tak berhenti menekan setelah tertinggal. Kerja sama Noni Madueke dan Viktor Gyokeres membuka peluang bagi Rice untuk mencetak gol penyama. Skor 2-2 bertahan hingga pertandingan selesai, menggagalkan upaya Bayern meraih tiga poin di kandang sendiri.
Prediksi imbang di Allianz Arena
Sebelum pertandingan, Bayern dinilai memiliki daya gedor yang berbahaya. Catatan yang dikutip dalam prediksi menyebut mereka mencetak 36 gol dalam 10 laga terakhir. Namun, absennya Michael Olise akibat larangan bermain satu pertandingan dan Musiala disebut berpotensi mengurangi kreativitas serangan tuan rumah.
Prediksi tersebut juga menyoroti kemungkinan Arsenal bermain rapat, mengendalikan tempo, lalu memanfaatkan serangan balik. Jalannya pertandingan menunjukkan Arsenal mampu memberi perlawanan sampai akhir, kendati Bayern sempat memimpin. Hasil imbang 1-1 yang diperkirakan sebelum laga memang berbeda dari skor akhir, tetapi perkiraan bahwa kedua tim akan berbagi poin terbukti tepat.
Bayern juga menghadapi ketidakpastian terkait Vincent Kompany menjelang pertandingan. Pelatih asal Belgia itu diragukan mendampingi tim karena infeksi virus yang memengaruhi kondisi fisiknya. Asisten pelatih Aaron Danks menggantikannya dalam konferensi pers prapertandingan. Setelah laga, Kompany memberikan komentarnya mengenai pertandingan dan jadwal Bayern.
Ia menyebut jadwal padat sebagai salah satu faktor yang membuat timnya gagal menang, sekaligus mengakui kualitas Arsenal. Kompany menilai Bayern menciptakan sejumlah peluang bagus, tetapi kesulitan pada 10 hingga 15 menit terakhir sehingga kehilangan momentum.
Dampak hasil bagi Bayern dan Arsenal
Tambahan satu poin menempatkan Arsenal di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan tujuh poin. Bayern berada di posisi ke-14 dengan lima poin, setelah pada pekan sebelumnya juga ditahan imbang Viking. Hasil di Allianz Arena pun belum cukup bagi Bayern untuk memperbaiki posisinya secara signifikan.
Pelatih Arsenal Mikel Arteta menyebut pertandingan itu sebagai salah satu laga dengan level tertinggi yang pernah dimainkan timnya. Ia juga menyoroti awal yang baik dari Arsenal, sebelum tim harus beradaptasi setelah kehilangan Saka karena cedera.
Bagi kedua klub, hasil ini menjadi pengingat bahwa persaingan fase liga masih menuntut konsistensi. Arsenal membawa pulang poin dari markas lawan, sedangkan Bayern perlu mengubah peluang menjadi kemenangan pada pertandingan berikutnya. Kondisi Saka dan kemampuan Bayern mengatasi jadwal padat akan menjadi hal yang patut diperhatikan saat perjalanan Liga Champions berlanjut.


