Persib Bandung kembali menghadapi ujian kebugaran setelah melewati tiga pertandingan dalam waktu kurang dari sepekan. Jadwal padat di Super League, AFC Champions League Two (ACL 2), dan ASEAN Club Championship membuat tekanan terhadap Maung Bandung belum mereda. Laga berikutnya, menghadapi Persik Kediri pada Minggu, 18 Oktober 2026, menjadi tantangan baru setelah rangkaian pertandingan yang menguras tenaga.
Sepanjang Oktober, Persib dijadwalkan memainkan tujuh laga di tiga kompetisi. Rentetan itu menuntut tim menjaga kondisi fisik sekaligus tetap memburu hasil. Jeda ant pertandingan yang terbatas membuat persiapan harus dilakukan di tengah proses pemulihan.
Tiga laga Persib dalam waktu kurang dari sepekan
Rangkaian pertandingan dimulai dengan lawatan ke markas Port FC pada Kamis, 8 Oktober 2026, dalam ajang ASEAN Club Championship. Persib sempat tertinggal 0-1, tetapi mampu bangkit pada penghujung laga dan menang 3-1. Hasil dramatis itu menjadi awal dari pekan yang padat bagi skuad Bandung.
Setelah pertandingan tersebut, rombongan Persib kembali ke Bandung dan segera mengalihkan fokus ke Super League. Mereka menjamu Dewa United di Stadion Si Jalak Harupat pada Minggu, 11 Oktober. Persib tertinggal dua gol pada babak pertama, lalu menyamakan kedudukan menjadi 2-2 pada awal babak kedua. Skor itu bertahan hingga pertandingan selesai.
Waktu untuk beristirahat kembali terbatas. Persib lalu menjalani laga ACL 2 melawan The Cong Viettel FC di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu malam, 14 Oktober. Dalam pertandingan yang berlangsung setelah jadwal rapat, Persib akhirnya menang 1-0 melalui eksekusi penalti.
Hasil positif itu menambah tiga poin, tetapi tidak serta-merta menghapus persoalan kebugaran. Para pemain tampak kelelahan dan harus menghadapi permainan keras lawan. Setelah laga berakhir, perhatian tim kembali tertuju pada pertandingan berikutnya yang sudah menunggu hanya beberapa hari kemudian.
Persik menanti, Persib harus mengatur tenaga
Persib dijadwalkan menjamu Persik Kediri di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB. Dalam rentang sepuluh hari, laga itu menjadi pertandingan keempat Persib. Periode tersebut memberi ruang pemulihan yang terbatas, sementara tim tetap dituntut tampil kompetitif.
Tantangan Persib juga terlihat dari perbedaan waktu persiapan kedua tim. Persik sejauh ini hanya bermain di Super League dan terakhir bertanding pada 9 Oktober melawan Madura United di Stadion Brawijaya, Kediri. Dengan demikian, Persik memiliki jeda lebih panjang sebelum menghadapi Maung Bandung.
Pelatih dan pemain Persib sebelumnya berulang kali mengeluhkan padatnya jadwal. Gelandang Thom Haye juga menyoroti minimnya waktu pemulihan serta fasilitas penunjang yang dinilai belum berkembang seiring bertambahnya beban kompetisi. Ia menyebut Persib musim ini mengikuti ASEAN Club Championship, tetapi perubahan fasilitas belum dirasakan oleh tim.
“Musim ini, Shopee Cup (ASEAN Club Championship/ACC) ditambahkan bagi kami. Namun, bagi kami sebagai satu grup, tidak ada yang berubah. Tidak ada fasilitas yang berubah. Kami tidak bermain di stadion kami sendiri (Gelora Bandung Lautan Api). Kami bepergian ke mana-mana,” kata Thom Haye.
Kepadatan agenda itu membuat pengelolaan tenaga menjadi bagian penting dari persiapan. Persib harus menjaga pemain tetap siap menghadapi pertandingan, meski jadwal tidak memberi banyak waktu untuk jeda panjang. Rotasi dapat menjadi salah satu pertimbangan, tetapi tuntutan untuk meraih hasil tetap melekat pada setiap laga.
Dukungan Bobotoh di tengah jadwal berat
Persib akan bermain di kandang sendiri saat menjamu Persik. Dukungan Bobotoh di Stadion Si Jalak Harupat diharapkan memberi dorongan tambahan bagi para pemain yang baru melewati tiga pertandingan dalam waktu singkat. Namun, atmosfer kandang tetap harus diimbangi dengan kemampuan menjaga fokus dan kondisi fisik sepanjang laga.
Setelah melewati kemenangan atas Port FC dan The Cong Viettel serta hasil imbang melawan Dewa United, Persib kini menghadapi ujian yang berbeda: mempertahankan daya saing saat pertandingan datang beruntun. Laga kontra Persik akan menjadi kesempatan untuk kembali meraih kemenangan sekaligus menguji seberapa baik tim mengelola beban jadwal Oktober.
Jadwal yang sudah ditetapkan tetap harus dijalani. Bagi Persib, tantangannya bukan hanya menghadapi lawan di lapangan, melainkan juga menjaga kebugaran dan konsistensi di tengah padatnya kompetisi. Dukungan suporter dan kesiapan tim akan kembali diuji saat peluit pertama berbunyi di Si Jalak Harupat.


