Ricoh merilis kamera saku premium GR IV 30th Anniversary Edition Kit pada Jumat (23/10), dengan sensor beresolusi efektif 25,74 megapiksel. Edisi khusus untuk menandai tiga dekade seri GR ini diproduksi terbatas sebanyak 6.000 unit di seluruh dunia. Pasar Indonesia mendapat alokasi 50 unit.
Sales Manager PT Aneka Warna Solusi Media Henry Untung mengatakan kamera tersebut dikembangkan dari model GR IV yang diperkenalkan pada September 2025. Sementara itu, desainnya mengambil inspirasi dari GR1, kamera film yang memulai perjalanan seri GR pada Oktober 1996.
Perangkat ini mempertahankan bentuk ringkas yang menjadi ciri seri tersebut, tetapi hadir dengan sejumlah detail tampilan khusus dan paket aksesori peringatan 30 tahun. Ricoh belum mencantumkan harga maupun jadwal ketersediaan dalam informasi peluncuran yang disampaikan.
Desain edisi khusus terinspirasi kamera GR1
Perubahan pada tampilan GR IV edisi ulang tahun mencakup aksen warna khusus pada tombol rana dan tombol belakang. Cincin lensa juga diberi detail potongan berlian atau diamond-cut, sementara grafis khusus akan muncul ketika kamera dimatikan.
Detail itu membedakan edisi peringatan dari model GR IV yang menjadi basisnya. Inspirasi dari GR1 sekaligus menghubungkan kamera terbaru dengan awal perjalanan seri tersebut, yang berakar pada kamera film dan kini telah mencapai usia 30 tahun.
Di balik bentuknya yang ringkas, kamera ini menggunakan sensor CMOS berukuran 23,3 x 15,5 milimeter dengan resolusi efektif sekitar 25,74 megapiksel. Ricoh memasangkan sensor tersebut dengan lensa 18,3 milimeter yang memiliki sudut pandang setara lensa 28 milimeter pada format 35 milimeter.
Lensa itu memiliki rentang apertur F2.8 hingga F16. Rentang tersebut menjadi bagian dari spesifikasi utama kamera, bersama pilihan sensitivitas ISO 100 sampai 204800. Kombinasi sensor dan lensa ditempatkan dalam bodi ringkas, karakter yang terus dipertahankan seri GR.
Stabilisasi lima sumbu dan fokus otomatis hibrida
Untuk membantu mengurangi efek guncangan saat memotret, GR IV edisi khusus dibekali sistem stabilisasi gambar berbasis pergeseran sensor lima sumbu. Kamera ini juga memiliki sistem fokus otomatis hibrida yang menunjang proses pemfokusan.
Rentang ISO 100–204800 memberi pilihan pengaturan sensitivitas terhadap cahaya, sedangkan resolusi efektif 25,74 megapiksel menjadi ukuran kemampuan sensor dalam merekam gambar. Ricoh menyatukan fitur-fitur tersebut dalam perangkat yang tetap mengusung portabilitas sebagai salah satu identitas seri GR.
Henry menyebut kualitas gambar, respons cepat, dan portabilitas sebagai tiga karakter utama yang dipertahankan seri tersebut sejak awal. “Selama 30 tahun, seri Ricoh GR terus mempertahankan nilai utama yang menjadi identitasnya, yaitu kualitas gambar tinggi, respons cepat, dan portabilitas,” ujarnya.
Paket aksesori dan perayaan 30 tahun seri GR
Isi paket tidak hanya mencakup kamera. Pembeli juga akan mendapatkan tali jari dari kulit asli berwarna hitam dan abu-abu muda dengan tulisan “30th ANNIVERSARY”, serta penutup dudukan aksesori hot shoe berbahan paduan baja nirkarat berwarna abu-abu metalik.
Ricoh turut menyertakan 16 pin koleksi. Sebanyak 14 di antaranya berupa miniatur kamera dari berbagai generasi, sementara dua pin lainnya membawa logo peringatan 30 tahun dan logo GR.
Peluncuran berlangsung dalam rangkaian acara “The Unseen Frames in Your Pocket” di Dia.Lo.Gue Art Space & Cafe, Kemang, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10). Agenda tersebut juga mencakup pengenalan komunitas pengguna GRist Indonesia dan diskusi seni bersama Imam Darto serta Gading Marten.
Dengan jumlah global yang dibatasi dan alokasi Indonesia hanya 50 unit, edisi ini menggabungkan spesifikasi GR IV dengan penanda visual serta aksesori koleksi. Perayaan tersebut sekaligus memberi konteks pada perjalanan seri GR sejak GR1 diperkenalkan pada 1996—sebuah sejarah yang kini berlanjut lewat kamera saku digital beresolusi 25,74 megapiksel.


