Pop Mie menerjemahkan karakter Pokémon ke dalam rasa dan topping lewat dua produk edisi khusus, Chicken Yuzu dan Spicy Torimen. Kolaborasi ini tidak berhenti pada kemasan bergambar Pikachu dan Charmander: masing-masing karakter menjadi inspirasi untuk sensasi yang muncul saat mi disantap.
Chicken Yuzu memadukan rasa ayam dan yuzu dengan topping Pop Sparks, permen yang meletup di mulut. Sementara Spicy Torimen menawarkan rasa pedas dengan Fiery Burst, topping boba pedas. Kedua pilihan itu mengacu pada identitas Pikachu dengan energi listrik dan Charmander dengan elemen api.
Marketing.co.id mencatat Pop Mie memperkenalkan edisi spesial tersebut pada September 2026. Pengumuman resmi kolaborasi dari AKG Entertainment terbit pada 6 Oktober 2026. Rangkaian kampanyenya memakai tajuk “Catch the Taste, Boost Your Mood”.
Karakter Pokémon hadir dalam pengalaman makan
Pengembangan rasa dan topping menjadi bagian yang membedakan kolaborasi ini dari kerja sama yang hanya menampilkan karakter pada materi promosi. Penggemar tidak sekadar melihat Pikachu atau Charmander di kemasan, tetapi juga menjumpai unsur yang dirancang untuk mengingatkan mereka pada karakter tersebut ketika mencicipi produk.
Pop Sparks memberi pengalaman letupan kecil, sedangkan Fiery Burst menawarkan tekstur boba dengan rasa pedas. Marketing.co.id menilai pendekatan itu sebagai bentuk experiential marketing: produk dirancang agar konsumen terlibat melalui pengalaman langsung, bukan hanya menerima pesan kampanye.
Perbedaan itu juga membuka ruang bagi percakapan konsumen. Rasa dan topping yang tak biasa bisa memancing reaksi saat pertama dicoba, lalu berpotensi dibagikan melalui ulasan atau kanal digital. Namun, potensi percakapan bukan ukuran keberhasilan dengan sendirinya. Dampaknya tetap perlu dilihat dari keterlibatan konsumen, pengalaman mereka, dan penjualan aktual.
Kolaborasi berangkat dari kekuatan karakter
Pokémon memiliki karakter yang dikenal melalui permainan video, animasi, merchandise, dan berbagai bentuk hiburan. Pikachu dan Charmander membawa identitas yang sudah terbentuk di kalangan penggemar. Bagi merek makanan, hal itu dapat menjadi jalan untuk menjangkau konsumen yang tertarik pada budaya pop, permainan, maupun karakter koleksi.
Meski begitu, lisensi populer saja tidak menjamin produk akan terasa relevan. Hubungan antara karakter, citra merek, dan kebutuhan pembeli tetap perlu dijaga. Dalam kolaborasi ini, penerjemahan karakter ke rasa menjadi upaya untuk memberi fungsi pada tema Pokémon, bukan sekadar menempelkan visualnya pada kemasan.
Laporan Marketing-Interactive pada 2 November 2026 menyebut kampanye tersebut dikembangkan bersama MullenLowe Lintas Indonesia dengan inovasi produk sebagai bagian utama. Informasi itu memperkuat posisi varian rasa sebagai inti kerja sama, sementara karakter menjadi penghubung dengan dunia Pokémon.
Aktivasi Jakarta melengkapi peluncuran produk
Kampanye juga dijadwalkan hadir melalui kegiatan di Kota Kasablanka, Jakarta, pada 22–25 Oktober 2026. Aktivasi tersebut memberi ruang bagi konsumen untuk berinteraksi dengan kampanye di luar pengalaman membeli dan menyantap mi. Rincian kegiatan dalam informasi yang tersedia tidak dijabarkan, sehingga dampaknya terhadap respons pengunjung belum dapat dinilai.
Pop Mie sebelumnya pernah menghubungkan produk dengan hiburan dan pengalaman langsung. Pada 2024, Indofood CBP berkolaborasi dengan Netflix melalui Pop Mie dan Chitato untuk merayakan peluncuran Squid Game Season 2. Aktivasi itu mencakup media sosial, ritel, serta kegiatan interaktif bertema serial tersebut.
Pendekatan lain muncul pada 2023 dalam Jak-Japan Matsuri, ketika Indofood CBP memperkenalkan Pop Mie Tori Miso Ramen melalui pengalaman bertema isekai. Salah satu elemennya adalah Giant Cup Pop Mie setinggi 6,6 meter. Dibandingkan dua contoh itu, kerja sama Pokémon lebih menonjolkan penerjemahan ciri karakter ke pengalaman produk.
Hasil kampanye perlu diukur setelah konsumen mencoba
Marketing.co.id juga menempatkan unsur koleksi sebagai salah satu pendekatan kampanye. Namun, informasi yang tersedia tidak merinci mekanisme atau bentuk koleksi yang ditawarkan. Karena itu, daya tarik kolektibilitasnya belum bisa disimpulkan hanya dari keberadaan karakter Pokémon pada edisi khusus tersebut.
Ujian berikutnya bagi Pop Mie adalah apakah pengalaman yang berbeda itu cukup kuat untuk membuat konsumen mencoba produk dan kembali membelinya. Perhatian penggemar dapat membantu mengenalkan varian, tetapi kinerja akhirnya tetap bergantung pada penerimaan rasa dan hasil penjualan. Data tersebut akan memberi gambaran lebih jelas tentang efektivitas kolaborasi.


