Max Allegri mengaku tak cukup jernih untuk mengomentari pertandingan setelah Napoli bermain imbang 3-3 melawan AS Roma di Stadion Maradona, pada pekan kedelapan Serie A. Pelatih Napoli itu juga meluapkan kekesalan karena diusir dari pinggir lapangan dalam laga yang berakhir tanpa pemenang tersebut.
Berbicara kepada DAZN seusai pertandingan, Allegri mengatakan pengusiran itu terjadi setelah ofisial keempat memanggil wasit. Ia merasa tidak melakukan pelanggaran yang semestinya membuatnya mendapat hukuman tersebut. Kekecewaan itu membuatnya melontarkan pernyataan bahwa untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, ia tidak berada dalam kondisi yang tepat untuk membahas jalannya laga.
Allegri merasa tak melakukan apa-apa
Allegri menyebut keputusan wasit sebagai hal yang mengecewakan. “Ofisial keempat memanggil wasit, lalu saya diusir. Saya sama sekali tidak melakukan apa-apa,” ujarnya. Ia kemudian mengatakan akan berusaha tetap berada di bangku cadangan pada kesempatan berikutnya.
Pelatih Napoli itu juga mengeluhkan bahwa setiap kali bergerak, dirinya justru mendapat hukuman. Dalam pernyataannya, Allegri menyinggung adanya orang lain yang masuk ke lapangan dan mengubah keadaan. Ia menyampaikan terima kasih kepada Saccani, sebelum mengalihkan perhatiannya pada penampilan para pemain.
Ucapan tersebut memperlihatkan bahwa kemarahan Allegri tidak hanya tertuju pada hasil akhir. Ia juga merasa frustrasi dengan situasi di pinggir lapangan dan keputusan yang membuatnya harus meninggalkan area teknis. Namun, ia tidak menguraikan lebih jauh soal insiden yang mendahului pengusiran itu dalam kutipan yang disampaikan seusai laga.
Napoli dipuji, tetapi hasil imbang tetap mengecewakan
Di tengah ketegangan tersebut, Allegri tetap memberi pujian kepada timnya. Menurut dia, Napoli tampil baik menghadapi Roma yang disebutnya sebagai lawan kuat. Ia juga menilai para pemain sudah menunjukkan semangat yang tepat, meski hasil pertandingan tidak berakhir sesuai harapan.
Allegri menyoroti gol ketiga yang bersarang ke gawang Napoli. Ia mengatakan timnya tidak bisa berbuat lebih banyak dalam situasi tersebut. Kendati begitu, ia percaya semangat seperti yang ditunjukkan dalam pertandingan itu dapat membantu Napoli memperbaiki posisi di klasemen.
Hasil 3-3 membuat Napoli gagal meraih kemenangan di hadapan pendukungnya sendiri. Bagi Allegri, hasil itu terasa semakin sulit diterima karena ia menilai timnya telah bermain dengan baik. “Saya sangat marah karena kami tidak memenangkan pertandingan,” katanya.
Pernyataan itu menempatkan dua sisi penilaian Allegri secara berdampingan: ia mengapresiasi usaha tim, tetapi tidak menutupi kekecewaan atas poin yang lepas. Ia tidak menyebut hasil imbang sebagai sesuatu yang memuaskan. Sebaliknya, pelatih itu menegaskan bahwa performa yang dinilai positif tetap harus diikuti hasil yang lebih baik.
Allegri ingin Napoli bermain lebih menyerang
Allegri juga menyebut telah mengubah cara bermain Napoli. Ia menginginkan semua pemain ikut menyerang, sebuah pendekatan yang ia sampaikan dengan nada provokatif seusai pertandingan. Pernyataan tersebut menjadi salah satu petunjuk mengenai arah permainan yang ingin ia bangun bersama tim.
Dalam kesempatan yang sama, ia membahas pemain yang tidak akan selalu bisa tampil. Allegri menyebut Napoli memiliki Gilmour dan Lobotka sebagai pilihan, serta menekankan bahwa semangat tim harus tetap terjaga. Ia tidak merinci lebih jauh siapa pemain yang dimaksud saat mengatakan bahwa seseorang tidak akan bisa selalu bermain.
Meski sempat menyampaikan pujian, Allegri menutup komentarnya dengan pengakuan bahwa emosinya masih terlalu kuat untuk menilai pertandingan secara jernih. “Malam ini, untuk pertama kalinya dalam 25 tahun, saya tidak cukup jernih untuk mengomentari pertandingan,” ujarnya. Kalimat itu merangkum malam yang penuh frustrasi bagi sang pelatih: Napoli meraih satu poin, tetapi ia merasa kemenangan seharusnya bisa didapat.
Setelah hasil imbang tersebut, perhatian Napoli akan tertuju pada laga-laga berikutnya dan upaya memperbaiki posisi di klasemen. Allegri berharap semangat yang ia lihat saat menghadapi Roma bisa dipertahankan. Namun, ia juga menegaskan bahwa penampilan baik saja belum cukup apabila tim ingin mengubah peluang menjadi kemenangan.


